(~●ω●)~ ~(●ω●)~ ~(●ω●~) Hello, Mari-chan is here ★★★ A cheerful, sweet, innocent and light idiot girl who loves Trafalgar Law more than anyone ♡♡♡ Trafalgar Law's Wife ♡ Fushichou Marco's Niece ★★ Sabo & Echizen Ryoga's Sister★ ★ Whitebeard Pirates & Heart Pirates ★★ Kaidou Kaoru and Momoshiro Takeshi's Bestfriend ★★ One Piece ── One Piece Live Attraction ★ Prince of Tennis ★ Hunter X Hunter ★ Death Note ★ MarcoAce is Life. MarcoAce is Love ♥ Sweet Combi ♥ Rival Pair ♥ Seigaku ★ Extremely biased towards Ishiwatari Mashu and Kimura Tatsunari ♥ Yoroshiku ♥ and welcome to my (weird) blog (ノ゚▽゚)ノ

Wednesday, 2 September 2015

Meet My Personal Doctor

"Apa!"

Cengiran nampak menghiasi wajah Mari saat ia melihat sosok tetangganya yang juga menjabat sebagai sahabatnya, Kaidou Kaoru, yang baru saja keluar dari rumahnya. Mari yang memang sudah stand by di depan rumah sang sahabat jelas langsung berhadapan dengannya. Dan tak lupa Mari juga langsung mendapat bentakan super darinya. Ugh. 

"Ne, Kaoru-chan tidak sibuk 'kan? Hehehe," Mari bertanya dengan pelan dan mulai mendekati sang pemuda berbandana yang masih berdiri di depan pintu.

"Fshuuuu, memangnya kenapa?" Kaidou balik bertanya, ia menatap bosan sang gadis yang kali ini sudah berdiri tepat di sampingnya dengan masih nyengir tak jelas.

"Hari ini jadwalku check up, dan tidak ada yang menemaniku... Marco-jichan masih di kantor dan Sabo-nii ada acara dengan teman-temannya... Kaoru-chan kan tidak sibuk, temani aku yah, hehe."

Hening beberapa saat sebelum desisan dari Kaidou kembali terdengar, kali ini ia juga menggaruk kepalanya, sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu, "Aku sibuk, Mari," jawabnya.

Bola mata hitam milik Mari memicing mendengar jawaban sang sahabat dan lagi jika dilihat dari gelagatnya sih, sahabatnya itu seperti tengah menyembunyikan sesuatu.

"Hmmmm," Mari menatap sahabatnya dengan tatapan penuh kecurigaan.

"Jangan tatap aku seperti itu!" Bentak Kaidou. Bola mata gelapnya bergulir ke kanan dan kiri, enggan bertemu dengan bola mata hitam milik Mari.

"Sebentar... Kaoru-chan mau pergi yah? Eh? Ada janji dengan Momo-chii kah?" Tebak Mari sambil tersenyum jahil dan ia semakin menguarkan seringainya saat melihat Kaidou gelagapan di depannya.

"A-apa! Tidak kok! Aku hanya ingin jalan-jalan saja," elak Kaidou dengan cepat, ia menggelengkan kepalanya dan beralih menatap halaman rumahnya yang luas.

"Hoooo," gumam sang gadis, ia mengusap dagunya dan kembali menyeringai "jadi tidak ada janji dengan Momo yah? Hmmmm... ya sudah, pasti Momo tidak ada kerjaan, kalau begitu aku ajak Momo-chii saja deh," putusnya seenak jidat dan mulai berlari meninggalkan halaman rumah keluarga Kaidou.

"Heh, iya iya, aku temani!"

Smirk! 

Dalam hati Mari tertawa setan. Sahabatnya ini ternyata gampang sekali ditipu. Hahahahaha


Meet my personal doctor © Mari-chan  

Disclaimer 

Tenipuri © Konomi Takeshi 

One Piece © Eiichirou Oda 



"Kaoru-chan pernah bertemu dengan dokterku tidak?"

Gelengan kepala menjadi jawaban dari Kaidou atas pertanyaan dari Mari barusan dan itu menjadi alarm bagi Mari untuk melebarkan kedua matanya "HAH! BELUM PERNAH! MASA SIH????" Teriaknya heboh.

Kaidou mendesis dan mengabaikan protes dari Mari yang hampir membuat semua mata tertuju pada mereka, "Memangnya kenapa kalau aku belum pernah bertemu dengannya, hah?"

"Aneh."

Empat sudut berbentuk siku langsung nempel di jidat sebelah kiri dari Kaidou begitu mendengar satu kata itu, "Heh! Memangnya kau pernah mengenalkan dia padaku atau bagaimana, hah? Tidak kan? Sudah diam atau akan kutinggalkan kau sendiri!" Ancamnya dan mulai berjalan sedikit lebih cepat dari Mari.

"Mou, galaknyaaaa...." Mari mencibir, "Tapi... selama ini perasaan, aku sering bercerita padamu tentang dokterku, bahkan kau pernah bertemu dengannya kan saat ke rumahku?" ia lanjut ngoceh.

"Itu hanya perasaanmu, aku tidak tahu siapa doktermu, sudah diam!"

Kedua murid Seishun Gakuen ini akhirnya berjalan dalam diam menuju halte bus. Rumah sakit tempat Mari check up tidak begitu jauh tapi tetap saja mereka tidak mungkin ke sana dengan jalan kaki. Memangnya Kaidou mau mengambil resiko Mari pingsan di tengah jalan. Geh? Padahal dia mau menemui dokternya.

Bisa-bisa Kaidou kena sembur dokter pribadi Mari.


(~●ω●)~  ~(●ω●)~  ~(●ω●~) 


Tak sampai sepuluh menit akhirnya Mari dan Kaidou sampai di rumah sakit kota Seishun, Mari segera menuju ke tempat informasi dan menyeret tangan Kaidou untuk mengikutinya.

"Mari-chan? Tunggu sekitar lima belas menit lagi yah, Sensei sedang ada pasien," Yumiko dengan senyuman ramah memberi tahu Mari tentang jadwalnya check up. 

"Arigatou, Yumiko-nee," Mari membungkuk hormat ke arah petugas rumah sakit berwajah cantik itu dan kembali menyeret Kaidou untuk duduk di ruang tunggu.

"Hei, hei, kau dari tadi menyeretku ke sana dan sini, aku bisa jalan sendiri!"

"Aku takut Kaoru-chan tersesat!"

"Memangnya aku ini kau?"

"Apa katamu?"

"Fshuuuuu."


(~●ω●)~  ~(●ω●)~  ~(●ω●~) 


Kriiiiinnggg... 

Mari yang tengah duduk santai di ruang tunggu rumah sakit sedikit terperanjat saat ia mendengar suara ponsel dari seseorang berdering. Iapun menolehkan kepalanya dan memperhatikan Kaidou yang tengah menatap ponselnya dengan wajah aneh, "Dari siapa?" tanyanya.

Suara dari Mari sepertinya sukses menyentakkan Kaidou yang masih diam memperhatikan ponselnya. Buru-buru ia memasukkan kembali ponselnya itu ke saku celana dan beralih menatap Mari sembari menggelengkan kepalanya sok polos, "Bukan siapa-siapa," jawab Kaidou dan diakhiri desisannya.

Tapi Mari bukanlah sosok yang mudah dibohongi, apalagi dibohongi oleh seorang Kaidou Kaoru. Itu tidak pernah ada dalam kamusnya. Mari tahu benar sifat Kaidou, Kaidou itu tidak pandai berbohong! Jadi ia juga tahu kalau sahabatnya itu sedang menyembunyikan sesuatu.

Mari melirik jam di pergelangan tangannya, masih ada waktu sebelum ia menemui sang sensei, ia harus tahu apa yang disembunyikan oleh Kaidou. HARUS! 

Mari bertekad dalam hati.

Tak sampai dua menit, ponsel milik Kaidou kembali berdering dan lagi-lagi Kaidou tidak menjawab panggilan itu dan berniat kembali memasukkannya ke saku.

"Wah, telepon dari Momo-chii kah?" celetuk Mari dengan suara agak keras dan itu lagi-lagi membuat Kaidou terdiam. Wajah sang pemuda yang tadinya dipenuhi kegelisahan kini terlihat semakin mengkhawatirkan.

"A-apa! Bukan!" elak Kaidou, dan Mari berani bersumpah demi dokternya yang keren itu, Ia benar-benar melihat wajah Kaidou memerah. Serius???

"Coba sini hapemu!" pinta Mari, ia mati-matian menahan tawanya saat melihat ekspresi sang sahabat yang sangat jarang ia lihat itu. Tangan kecilnya terulur ke arah Kaidou, mengisyaratkan sang pemuda untuk memberikan apa yang ia minta.

"Hah? Sudah kubilang bukan si Idiot itu yang menelepon!" dan Kaidou pun masih mencoba mempertahankan ponselnya.

"Aku akan minta maaf pada siapapun yang meneleponmu karena kau membatalkan janji dengannya karena menemaniku, apa itu salah? Sudah berikan!" gadis tiga belas tahun ini semakin memaksa dan memberikan tatapan maut ke arah Kaidou. Tumben ia bisa seperti ini?

"Ti--"

Kriiiiinnngg! 

Dan ucapan Kaidou terhenti saat sang ponsel kembali berdering untuk ke tiga kalinya. Seringai Mari semakin mengembang saat Kaidou mengambil ponselnya dari saku dan tanpa basi-basi, Mari pun menyambar ponsel berwarna hitam milik Kaidou.

"Hei--"

"Sssssst, ini rumah sakit, dilarang berteriak, Kaoru-chan... jadi kau diam saja! Oke?"

"......."


(~●ω●)~  ~(●ω●)~  ~(●ω●~) 



Mari cengengesan tak jelas melihat nama yang tertera pada layar hape milik Kaidou, di situ tertulis jelas siapa yang menelepon pemuda berbandana ini, meskipun nama yang terpasang di situ adalah "Idiot" tapi Mari paham seribu persen siapa yang dimaksud Idiot oleh Kaidou itu. HAHAHAHA

Piip! 

Pelan-pelan Mari menempelkan ponsel Kaidou ke telinganya, "Moshi-mo--" 

"MAMUSHI NO BAKA! KAU KE MANA SAJA HAH! BUKANKAH KITA ADA LATIHAN DOUBLES MELAWAN KAMIO DAN IBU, KENAPA KAU KABUR, SIAL!!!!!" 

Mari langsung menjauhkan sang ponsel dari telinganya saat suara seseorang dari seberang sana terdengar luar biasa marahnya. Aduh! Sekarang ia paham betul kenapa sahabatnya enggan mengangkat telepon dari makhlu bodoh itu. Ia berharap telinganya masih normal sejak ia mendengar teman sekelasnya itu berteriak tepat di telinga kanannya barusan.

Kaidou yang duduk di sampingnya mendesis pelan.

Setelah mengumpulkan kesadaran akibat serangan maut suara milik Momoshiro, akhirnya Mari kembali nenempelkan ponselnya ke telinga dan ia mendengar suara di seberang tengah ngos-ngosan. Oh, sepertinya dia marah sekali.

Eh? Sebentar, bukankah itu berarti, Kaoru-chan ada janji dengan Momo? Ooooohhh... Mari mengangguk-angguk tak jelas dan tersenyum sumringah, yah, padahal tadi dia sempat berniat menggampar Momo sih karena membuat telinganya hampir budek mendadak.

"Momo-chii, kah?" ucap Mari dengan pelan.

"....." suara di seberang telepon mendadak lenyap.

"Are? Momo-chii... halooooo..." panggil Mari lagi, kali ini dengan suara yang lebih nyaring.

"Ma-mari? Hah? Mari? Ini hape Kaidou kan? Kenapa ada padamu!" cengiran menghiasi wajah sang gadis saat mendengar suara Momo yang juga gelagapan, "hahaha, Kaoru-chan ada di rumah sakit bersamaku," jawabnya.

"Rumah sakit? Hah? Mamushi sakit? Jangan bercanda! Mana mungkin ular jejadian itu sakit, hahaha!" 

Mari mendelik mendengar kalimat super enteng dari Momo tapi mendengar itu juga, Mari jadi punya ide yang cukup bagus untuk mengerjai makhluk jabrik itu. HAHAHAHAHA

"Ne, Ahou! Kaoru-chan juga manusia! Semua manusia bisa sakit, kau tahu, tadi dia mengalami musibah saat akan pergi entah ke mana--" Mari menoleh ke arah Kaidou yang sudah mendelik tak karuan di sampingnya, mungkin Kaidou mencoba protes akan kebohongan dari Mari. Tapi Mari juga memberi kode untuk sahabatnya itu agar diam saja dan duduk manis di sampingnya.

"...." 

Setelah sibuk menenangkan sahabat ularnya, Mari kembali fokus ke Momo dan ia sedikit terhenyak saat suara di seberang telepon tidak terdengar lagi, "Momo-chii, kau masih di sana?" Tanyanya penasaran.

"....... A-aah." 

Smirk! 

Mendengar suara Momo yang seperti itu membuat Mari menyeringai. Entah berapa kali Mari menyeringai hari ini, ia benar-benar tidak menyangka akan semenyenangkan ini mengerjai Momoshiro, "Ne, jadi Kaoru-chan mau pergi menemuimu yah, uh... kasihan Kaoru-chan-ku yang malang, sensei belum keluar dari ruangannya, apa kau tidak khawatir padanya, Momo-chii?" 

"...." 

"Sensei mungkin akan menemuiku 10 menit lagi--"

Tuuuuut! 

"Are? Putus," guman Mari sok cuek, ia meringis dan mengembalikan ponsel Kaidou yang sudah berwajah merah padam di sampingnya.

"Kau!" Kaidou mendesis menahan marah--atau malu--entahlah, ia tidak paham. Yang jelas raut wajah Kaidou saat ini terlihat mengerikan. Ugh, gawat, aku bermain-main dengan ular berbisa! Matilah aku! 


(~●ω●)~  ~(●ω●)~  ~(●ω●~) 


"Ja-jangan marah dong, Kaoru-chan, HEHEHE," Mari perlahan mundur dari duduknya saat Kaidou mulai melemaskan jari-jarinya dan mendekatinya. SIAL APAKAH DIA AKAN MENJITAKKU? ATAU MENJEWERKU? AAAA MARCO-JICHAAAAAN! 

"Kau ini--"

"Ne, ne, memangnya kau tidak penasaran yah, Momo-chii beneran datang ke sini apa tidak? Kalau Momo-chii benar-benar menganggapmu sebagai seseorang yang penting, dia pasti akan sampai di sini kurang dari--" Mari melirik jam tangan birunya dan mengguman pelan "7 menit," lanjutnya, ia masih mencoba mengulur waktu sebelum sahabatnya itu membunuhnya.

"Memangnya aku peduli, hah?" Kaidou seakan tak termakan rayuan dari Mari dan ia terlihat semakin marah. GAWAT! 

"Ne ne ne, mau taruhan tidak, kalau Momo-chii datang ke sini kurang dari tujuh menit, Kaoru-chan harus memaafkanku, HEHEHEHE," dan ucapan Mari semakin ngaco saja.

"SIAPA PEDULI PADA SI IDIOT ITU, HAH!" Kaidou mulai mengarahkan tangannya untuk menjitak kepala Mari atau apapun itu, Mari benar-benar tidak siap menerimanya, ia menutup kedua matanya dan berteriak takut.

"AAAAAAA ADA MONSTER--"

"Mari--"

"MARI!"

Dua panggilan dari dua suara tapi memanggil satu nama itu sukses menghentikan aksi Kaidou Kaoru yang berniat melakukan apapunlah itu kepada Mari. Dalam hati Mari bersyukur dirinya masih selamat.

Lha suara tadi? 

Gadis ini perlahan membuka matanya dan melihat sekeliling, senyumnya mengembang begitu melihat dua sosok yang sangat ia kenali, "Traffy!" Ia berseru saat melihat dokter pribadinya yang sudah berdiri santai di depan ruangannya.

Dan setelah itu, Mari menolehkan kepala ke sisi lain dari tempatnya duduk dan ia tersenyum lebar menatap sosok yang baru saja sampai di rumah sakit dengan ngos-ngosan, "Momo-chii!" pekiknya semangat dan ia menjulurkan lidahnya ke arah Kaidou yang hanya bisa mematung di tempat duduknya.

"He? Mamushi?" Mari mendengar dengan jelas gumaman dari Momoshiro saat melihat Kaidou yang dalam keadaan baik-baik saja, "Mari, kau mengerjaiku!" katanya geram.

"Ahahahaha... sudahlah, Momo-chii," siswi Seishun Gakuen berjalan dengan langkah super ringan ke arah Momo dan menarik lengannya guna mengajak sang pemuda ikut bergabung dengannya dan Kaidou. INI AKAN MENYENANGKAN! HAHAHAHA 

"Nani!" 

"Traffy! Bolehkah mereka ikut masuk?"


(~●ω●)~  ~(●ω●)~  ~(●ω●~) 


"Bagus, semuanya bagus, Mari tidak bandel, dosis obatnya akan aku kurangi."

Mari meringis mendengar ucapan dokternya setelah selesai memeriksa dirinya. Akhir-akhir ini ia memang tidak bandel sih, ia selalu menurut kata Ojisan-nya, makanya hasil pemeriksaan kali ini memuaskan dan yang lebih menyenangkan, dosis obatnya akan dikurangi. Bagus! 

Tuk! Tuk! 

"Hn?" Tarikan pelan pada lengan bajunya membuat Mari menoleh dan ia melihat salah satu sahabatnya tengah menatap dokternya tanpa berkedip, "...ada apa, Momo?" Tanyanya.

"Ne, Mari, itu doktermu? Yang benar saja?" Bisik Momo sangat pelan, ia mencoba sepelan mungkin agar manusia yang tengah mencoret-coret resep obat dari Mari itu tak mendengarnya.

"He? Iya, dia dokterku, memangnya kenapa?" Dengan polosnya Mari kembali bertanya.

"Kau gila ya, jadi selama ini dia yang merawatmu kalau sakit? Dia? Kau ini... lihat saja penampilannya, siapa yang percaya kalau dia dokter? Penampilannya mengerikan!" Ujar Momoshiro. Agak tidak sopan memang.

"Hmmm, Law-sensei tidak mengerikan kok," gumam Mari agak sedikit keras dan itu membuat sang dokter beralih menatap murid Seigaku itu.

"Baka! Dia dengar!" Pekik Momo, ia menjitak pelan kepala Mari.

"ITTAI!" dan sudah jelas Mari balas menjitak kepala Momo.

"Hentikan, baka!" Bentak Kaidou yang sedari tadi diam di tempat duduknya, ia jengkel juga ternyata karena dua makhluk di sampingnya itu tidak bisa diam barang sedetik. Dan ia juga kesal ternyata dokter yang dimaksud Mari adalah Trafalgar Law.

Kalau Law sih Kaidou sering bertemu dengannya. Ternyata Law itu dokter? Dia dokter? Tapi penampilannya tidak meyakinkan sebagai seorang dokter.

"Hmmmm, jadi, siapa yang mengerikan, hmm??" Dokter bernama lengkap Trafalgar Law itu bertanya seraya menyeringai menatap Mari dan kedua sahabatnya.

Aku merasakan perasaan aneh.


(~●ω●)~  ~(●ω●)~  ~(●ω●~) 


"Namaku adalah Trafalgar Law, dan iya aku seorang dokter, dokter ahli penyakit dalam dan dokter bedah," jelas Law masih dengan seringainya, "lalu, kalian berdua?" ia melirik teman-teman Mari dan alisnya terangkat saat mata gelapnya melihat sosok Kaidou, "....Kaidou Kaoru?" gumamnya.

Kaidou hanya mendesis dan membuang muka.

"..." Momoshiro masih mematung di depan meja dokter yang barusan memperkenalkan diri itu.

'Orang bodoh mana yang akan percaya kalau manusia penuh tato dan pakai tindik di telinga itu adalah dokter.' teriaknya dalam hati, dan ia lebih heran lagi menyadari bahwa dokter itu mengenal Mamushi.

Dan.... Itu juga yang Mari tebak dari ekspresi Momo saat ia memperhatikannya. Iya juga sih, kalau dipikir, dokternya memang nyentrik, ia punya tindik di telinganya, dan tangannya juga penuh tato? O.O

Sudah begitu, tato di tangannya juga seram, D.E.A.T.H. Eeerrr--agak membuat merinding juga ternyata dokternya ini.

"Se-seigaku ninen, Mo-momoshiro Takeshi desu."

"Seigaku ninen, Kaidou Kaoru, tapi sepertinya kau sudah mengenalku, Law-san."

Law menyeringai, "Kau teman sekelas Mari?"

"Traffy sudah mengenal Kaoru-chan, kan... dan Momo-chii ini juga sahabatku..." potong Mari. Ia menggaruk kepalanya yang tak gatal.

"Oh, itu?"

Mendengar gumaman dokter seram itu yang seolah mengerti sekali tentang cerita mereka berdua, Momoshiro dan Kaidou pun menghujani Mari dengan tatapan 'apa maksudnya itu, heh!' Tapi Mari seolah cuek dan malah kembali fokus ke sang dokter.

"Anoo, sebenarnya yah, Traffy, mereka ini penasaran," ucap Mari sambil menunjuk ke dua sahabatnya yang hanya bisa mendelik galak ke arahnya, "kenapa Traffy punya tato? Bukankah dokter itu pekerjaan yang sangat baik, tapi tato itu membuatmu terlihat seperti yakuza, ya kan, minna?" lanjutnya terlalu jujur, Ia tersenyum sok manis ke arah dua sahabatnya dan juga dokternya.

"Apa maksud kalimatmu itu, baka!" Kaidou dan Momoshiro memprotes bersamaan dan itu membuat Mari tertawa dan bertepuk tangan.

"Sasuga Rival Pair, kalian memang kompak! Hahahaha," gadis ini berteriak dengan penuh semangat. Serius minta digampar ya dia?

"Mari!!!"

"Oh, tato ini?"

Niat Kaidou dan Momoshiro untuk menjitak kepala Mari kembali terhenti saat mendengar gumaman seseorang dan itu adalah gumaman dari dokter Mari.

Sekarang Kaidou paham kenapa Mari sangat menyukai dokternya, dokter menyeramkan ini sering sekali menyelamatkan Mari dari penganiayaan yang akan dilakukan oleh orang-orang di sekelilingnya.

Oke, terlalu berlebihan memang.


(~●ω●)~  ~(●ω●)~  ~(●ω●~) 


"Aku membuat tato di tanganku sejak masuk fakultas kedokteran, mereka sempat menolakku tapi melihat prestasiku yang jauh di atas mahasiswa lain, mereka akhirnya mengalah, aku ini jenius," ujar Law-sensei dengan nada serius dan sedikit narsis.

"Jenius? Kenapa meragukan sih?" Mari menggumam dan sebuah kaki sukses menginjak kaki kecilnya "Hoi! Sakit!" Ia menggeram menatap Momoshiro yang barusan menginjaknya.

"Ahou! Diam deh!"

Mari menggembungkan pipinya kesal dan kembali menatap sang sensei, "Benarkah Traffy jenius? Palingan kalah sama Marco-jichan?" Celetuknya.

"Kalau aku tidak pintar, bagaimana bisa aku jadi dokter, hah! Lagipula kalau soal matematika, aku ratusan kali lebih pintar daripada Mari. Dan jangan samakan aku dengan Marco-ya, dasar bodoh."

JLEB!

Mari manyun seketika mendengar ucapan sang sensei. 

"Ppppfffftt," sementara Kaidou langsung menutup mulutnya dengan tangan saat mendengar celetukan dokter dari Mari itu, sedangkan satu orang lagi--

"HAHAHAHAHA, SENSEI, KAU BENAR SEKALI! Mari itu bodoh sekali dalam hal matematika, hahahaha--ittai!" Momoshiro langsung berhenti tertawa saat Mari mencubit pipinya dengan sangat keras, air mata juga mengalir dari matanya, "Mari, kau jahat sekali."

"Menyebalkan! Aku tidak bodoh tahu! Aku hanya kurang pintar dalam hal menghitung, caramu tertawa itu menyebalkan, Baka!" Dengus Mari, ia melipat tangannya di depan dada dengan bibir yang masih manyun.

"Kaoru-chan juga mau tertawa kan, padahal kau juga sama bodohnya dalam hal matematika!"

"Nani! Aku tidak bodoh!"

"Inui-senpai mengatakan nilai ulanganmu kemarin 4,1!"

"Lebih baik daripada nilaimu yang 3,2! Sabo-san menceritakannya padaku kemarin!"

"Nani!" 

"Kalian berdua itu sama-sama bodoh!"

"DIAM KAU! KAU YANG PALING BODOH DI ANTARA KAMI!"

Law hanya bisa sweatdrop melihat kelakuan pasien kesayangannya dan teman-temannya. Ia sering melihat Mari berdebat dengan Kaidou, tapi ia tidak menyangka dengan bertambahnya Momoshiro, trio ini menjadi trio yang sangat berisik.

Tapi kemudian, dokter tampan ini teringat teman-temannya dulu, Luffy dan lainnya yang tak kalah hebohnya dari tiga orang ini, ternyata di mana-mana yang namanya makhluk berisik itu ada. Law membatin pasrah.

"Sudah sore, kalian tidak pulang?" Ucap Law, sebenarnya dia berniat mengantar Mari pulang, tapi Mari sedang bersama dua sahabatnya, pasti akan terlihat aneh jika Law hanya mengajak Mari.

Dan lagi, bisa-bisa dua sahabatnya itu mengatakan hal-hal lain kepada Marco-ya, ia bisa berada dalam masalah.

"EH? EEEEEHHHHH???"

BAKA! 

(~●ω●)~  ~(●ω●)~  ~(●ω●~) 


"Aku heran kenapa Law-sensei bisa jadi dokter dan jadi dokter kesayanganmu pula!" Momoshiro bertanya kepada Mari dengan nada heran setelah mereka bertiga keluar dari rumah sakit dan kali ini tengah berjalan menuju rumah Mari. Iya, sudah pasti dia sedang mengantar Mari pulang.

"Soalnya dia keren! Agak galak sih tapi sebenarnya beliau baik! Iya, seperti Kaoru-chan, hehehe," jawab sang gadis, mata hitamnya berkilat entah karena apa dan ia juga meringis kaku ke arah Kaidou.

"Che!" Respon Kaidou singkat. Ah, tsundere, pasti dalam hati ia senang dipuji oleh Mari. Siapa lagi yang mau memujinya kecuali sahabat gadisnya ini? Eh?

"Seperti siapa?" Momoshiro berteriak tak terima sebelum kemudian tertawa mengejek, "HAHAHAHA JANGAN MEMBUATKU TERTAWA! Mamushi baik dari mananya?" katanya di sela tawanya yang terdengar menjengkelkan.

"Fshuuuuu, apa katamu!" Kaidou yang sepertinya tak terima akan ucapan Momoshiro pun mulai terpancing. Ia mendekati Momoshiro dan menyiapkan tangan kanannya untuk memberi hadiah pada pemuda jabrik itu.

"Ah, dasar tsundere," potong Mari, ia berjalan mendekati keduanya dan menjauhkan Kaidou dari Momoshiro, "kalau ada Kaoru-chan kau selalu mencari masalah tapi saat dia tidak ada kau khawatir setengah mati, khukhukhu," katanya jahil.

"A-apa katamu! Siapa yang khawatir pada si bodoh itu, hah!" Momoshiro menunjuk Kaidou dengan emosi, wajahnya juga terlihat merah. Hmmm, entah itu merah karena marah atau blushing? 

"Siapa yah???" Mari menolehkan kepalanya ke arah Kaidou yang sudah memalingkan wajah darinya, siswi kelas dua ini tersenyuk lucu melihatnya sebelum kemudian berjalan pelan meninggalkan kedua sahabatnya, "Aaaahh... aku baru ingat, saat aku mengatakan Kaoru-chan mengalami masalah, kau langsung berlari dari street tennis dan langsung menuju rumah sakit untuk melihat keadaannya kan? KYAAAAAAAA... MOMO-CHII KAWAAAIII~ Padahal musibah yang dia alami adalah aku yang menyeretnya ke rumah sakit sehingga ia gagal menemuimu. Itu musibah kan yah?"

"....." Momoshiro pun sukses mematung.

"....." dan hal yang sama juga terjadi pada Kaidou.

Momoshiro menggelengkan kepalanya dan menepuk kedua pipinya lucu sebelum kembali mencoba protes ke Mari, "Heh, itu karena kau bilang--" dan kalimatnya terhenti saat ia mengingat sesuatu, "MARIIIIII.... KAU BENAR-BENAR MENYEBALKAN! KAU MENIPUKU!"

"Salah sendiri mau ditipu, hehehe," celetuk Mari sambil menjulurkan lidahnya ke arah Momoshiro yang terlihat semakin merah padam. Dan gadis ini segera mengambil langkah seribu untuk menjauhi Momo yang siap ngamuk kapan saja.

"KAAAAAAUUUU..... JANGAN LARI KAU, HEEEEEEIII!!!"

Kaidou mendesis melihat Mari yang berlari menjauh dari Momoshiro dan Momoshiro yang berteriak mengerjarnya, "Dasar, seperti anak kecil saja!" gumamnya, tapi sedetik kemudian ia tersenyum saat ia mengingat semua ucapan Mari tadi, "Idiot."

Ah dasar pemuda satu ini. Bilang saja ia senang karena Momoshiro mengkhawatirkannya. LOL


The End! 


WAHAAAAAAAA RAMPUNG WOI! RAMPUUUNNGG!!!!!

ADA YAH! LAW JADI DOKTERNYA MARI DAN KETEMU SAMA MOMOKAI! HAHAHAHAHA INDAHNYA DUNIA IMAJINASIKU! #digaplok

Aiihh... Momo-chii manis banget sih aaaahh... khawatir sama Kaoru-chan sampe sebegitunyaaaaa... yhaaaa... HAHAHAHA SASUGA OTP SAYA!!!! Padahal belum dijelasin sama Mari musibahnya apaan, tapi dia langsung ke rumah sakit begitu. HAHAHAHAHAHA ADORABLE BANGET SIH >/////< *banting* #WOI
MomoKai 
Ugh... ugh... ugh... entah mau ngomong apa lagi... makasih buat yang udah baca...

TUMBEN A/N NYA KAYAK GINI DOANG, BIASANYA DIA BERISIK!!! #EH

Sudah gitu doang lah... bye byee~

Wednesday, 5 August 2015

MomoKai: Seigaku 7th and 3rd

Konnichiwaaaa... 

Ehm, ehm... cuaca siang ini panas loh, cocok banget buat tiduran di kamar sambil nonton anime kesayangan... apalagi kalo ditemenin sama mas bias /OKE MELENCENG

Hmmmmm... mau ngomongin apa nih... oh iya, sebenarnya si Mari ini mau ngomong panjaaaaaaang dan lebaaaaar soal kebaperanku karena Seigaku 3rd yang lulus dan digantikan Seigaku 4th, beneran udah kutulis di ms word, tinggal copy paste aja LOL tapi gak jadi deh, entar jadinya malah rusuh wkwkwk

Tapi asli kok, aku itu sayang banget sama Seigaku 7th tapi aku juga nerima penerusnya yaitu Seigaku 8th dengan lapang hati, tapi beda kasus sama Seigaku 3rd ke Seigaku 4th, HAHAHAHA GAK TAHU KENAPA AKU GAK IKHLAS BANGET INI GENERASI KE TIGA LULUS LOOOOOOL /digaplok

Btw, btw, Mari 'kan sering banget yah ngomong Seigaku 7th, tapi malah jarang dibahas tuh makhluk-makhluk absurd wkwkwk

Aku kenalin dikit aja deh yah, soal Seigaku 7th. Karena ini postingan bukannya akan membahas Seigaku 7th doang, hmmm, kalau dari judul pasti tahu ini pembicaraan akan mengarah ke mana #krik

Yosh! Ini dia... Generasi yang menduduki peringkat pertama sebagai generasi kesayangan Mari~

Seigaku 7th
Ogoe Yuuki as Echizen Ryoma
Tawada Hideya as Tezuka Kunimitsu
Yamamoto Ikkei as Oishi Syuichirou
Yata Yusuke as Fuji Syusuke
Inagaki Seiya as Inui Sadaharu
Kuroba Mario as Kikumaru Eiji
Shohei as Kawamura Takashi
Ishiwatari Masyu as Momoshiro Takeshi
Kimura Tatsunari as Kaidou Kaoru

KYAAAAAAAAHH KANGEN MEREKA /baper #JANGANDONG

Dan ini adalah generasi kesayangan Mari setelah Seigaku 7th. Lha ini nih, generasi penyebab baper tertinggi lol
Seigaku 3rd
Sakurada Dori as Echizen Ryoma
Minami Keisuke as Tezuka Kunimitsu
Takiguchi Yukihiro as Oishi Syuichirou
Aiba Hiroki as Fuji Syusuke
Nakayama Masei as Inui Sadaharu
Seto Koji as Kikumaru Eiji
Watanabe Kouji as Kawamura Takashi
Takagi Shinpei as Momoshiro Takeshi
Yanagishita Tomo as Kaidou Kaoru

OKE! HAH HAH HAH

18 ORANG INI ASDFGHJKLMSN BANGET!!!!!! Ye, terutama duo makhluk berjuluk MomoKai itu /tetep

Dan yap! Kali ini mau bahas MomoKai dari dua generasi ini... ayo, ayo, siapa mau denger /lu

Kayanya isi blognya Mari ini fangirlingan doang ya, bwahahahaha biarin deh, blog pribadi ini wkwkwkwk kalo gak suka ya jangan baca, gampang dong, daripada kalian baper ngeliat postingan ini, kaya pemilik blog aja, gampang baper karena masalah sepele /gak ding

Ayo, pertama kita perkenalkan dulu sosok MomoKai dari dua generasi ini....

Yay! Inilah merekaaaaaa~ lalalalala
MOMOKAI!!!! 
Ada Ishiwatari Masyu..... sebagai Momoshiro Takeshi
Momo-chii 
DIA MOMOSHIRO YANG SANGAT-SANGAT-SANGAT MARI CINTAI PLIISSSSSS >/////< So cute! Hahahaha

Itu dari Dream Live 2013 sebelum dia nyanyi 'Power up de Ikou' lagunya asik, Masyu dapet banget pas nyanyi ini~

Suka banget pas dia muter badannya itu, kyaaaaaaa cute~
Masyu from Hyouteinat 
Ini pas dia tanding lawan Oshitari Yuushi dari Hyoutei. Ugh, keningnya berdarah, hiks! *pelukin Masyu* #dor

Tapi dia awesome banget di stage ini, HAHAHAHAHA HE IS SOOO MOMOOOOO... I LOVE HIM! SO MUCH!
Masyu in Rikkainat 2nd season 
Kan? Kan? Aku ngefans pas dia muter tubuhnya itu plis, HAHAHAHAHAHAHA KAWAAAAIII!!!!

Sudah kan? Segitu dulu soal Masyu... ayo lanjut ke makhluk selanjutnya~

Lalu ada Kimura Tatsunari sebagai Kaoru-chan~
Tatsuuuuunnnn
Kaoru-chan yang ini asli gak nyante lol 
Lihat kan? Dari penampilan aja dia udah hng banget gituuu ya Allah!!!!! *tubruk Tatsun* 

Itu dari Dream Live 2013 juga, pas lagu Run Run Run dari Seigaku 7th. Dia ganteng masyaallah >////< 

Kaoru-chan 
INI DARI PV BRAND NEW SEIGAKU! MAK, SERIUSAN MAKHLUK INI!!!!!!! Hiksu... pengen nangis liatnya. Why so ganteng~

Tatsun from Rikkainat

Kok aku jadi kangen nonton ini. Entar rewatch ah~ mufufufu Kaidou Kaoru yang ini apa banget yah... ganteng iya, macho iya, suaranya dapet banget, dan dia nista banget LOL

ITU TADI MOMOKAI DARI GENERASI 7!!!! DOU? DOU?

Kalau mau tahu lebih lanjut soal buntelan tercinta Mari ini, ya silahkan nonton Tenimyu 2nd season yang arc Turnamen Nasional, pasti ketemu deh sama mereka. Pasti gak nyesel, AKTING MEREKA BAGUS YA ALLAH!!!!!!! /nyante neng

Gak bisa kujelasin pake kata-kata yang jelas Seigaku 7th itu keren. Beneran >/////<

Nah, ini nih wkwkwkw sekarang kita kenalin yang dari Seigaku 3rd yuuukk~
Takagi Shinpei 

ABAAAAAAANGGG!!!! Makhluk ini sukses mengambil hatiku lewat suaranya yang serak-serak apa banget lol

HAHAHAHAHA Pertama liat sih biasa aja, beneran deh, gak ada yang spesial dari dia... tapi saat mulai mengikuti stage-stage Seigaku 3rd gen, baru sadar kalau abang ini suaranya lain sendiri (?) Eerr--maksudku seraknya itu loh gemesin banget~

Momo-chii plis O_O 
Kamfret sekali kan si abang, masa iya dia jalan-jalan pake sepeda (?) Di atas stage begitu, oh, oke, Masyu juga pernah sih BWAHAHAHAHA DUA MOMO INI SAMA AJA TERNYATA T_T

Dan dia menikmati banget burger-nya #krik /JADI INGET DI PV SEIGAKU 7TH, MASYU JUGA MAKAN BURGER!!!!!!!!! Di mana-mana yang namanya Momo mah sama aja :'(

Sudah sudah... soalnya nanti di akhir-akhir aku bakalan nebar pict dia banyak banget jadi sampe sini aja kenalannya #plak

Dan terakhir ada Yanagishita Tomo sebagai Kaoru-chan~ nyahahahaha

Yanagishita Tomo 
INI DIAAAAAAAA... KAORU-CHAN TERUNYU SEPANJANG SEJARAH! HAHAHAHAHA KALAU DIPERHATIKAN DIA JAUH BANGET YAH SAMA TATSUN!

MAS TOMOOOO... KAMU COWOK KAN YAH, TAPI KOK MANIS BEGINI! #KAPSLOKPLIS

Ehm!
KAWAAAAAAIII 
Apa banget sih dia... ekspresinya pas nyanyi, suaranya... ih, yang membuatku salah fokus pake banget, dia pertama nyanyi itu natap abang Shin loh LOL

Pasti dia mikir 'Shinpei-san ih, naik sepeda gak ngajak-ngajak' (OKE ABAIKAN INI, HAH HAH HAH)

Tapi ekspresinya apa sih... apalagi yang bagian terakhirnya, dia kaya mencoba menyembunyikan wajahnya karena ketahuan natap Momo, BWAHAHAHAHAHAHAHAHA

PS: ABAIKAN LAGI SI PEMILIK BLOG YANG PENUH DELUSI INI

Oke... sudah... sudah tahu kan seperti apa muka-muka makhluk kesayanganku ini...

Kalau mau melihat mereka ya cari aja stage-stage dari Seigaku 3rd, eerr--TAPI JANGAN DEH, ENTAR BAPER /EMANGNYA ELU MAR

Nah, setelah ini mau apa? Wkwkwkwk

Kalau ngomongin MomoKai itu kurang lengkap kalo gak bahas scene-scene mereka di atas stage... eerr--jujur yah, yang Seigaku 7th, Masyu-Tatsun itu scene-nya jarang banget OAO

Tapi sekalinya dapat scene berdua, akunya yang kalap, seperti halnya di pv ini
LOOOOOOK!!!!!! 
Sial, hahahaha...

Pertama lihat pv ini aku langsung teriak 'YA ALLAH, INI MOMOKAI GUEEEEHHHHHHHH' kaya dapet mata air di tengah gurun pasir yang sangat panas (?)

Mereka nyempil berdua di tengah derasnya pair yang itu (?) /PLIS KAMU NGOMONG APA SIH T_T

Dan gak cuma itu aja, setelah ini aku juga dapet scene yang apa banget di Shitenmyu~ ah, stage ini mah agak absurd lol
Wwwwww 
INI AGAK MAKSA PLIS, LOOOL

Tapi menurutku mereka emang MomoKai banget sih yah, ekspresinya Masyu bikin ngakak, ah, mereka berduaaaaaaa *gaplok*

Gak cuma itu, hmmm, si Mari ini termasuk anak yang gak bisa diem sih kalo udah liat bias atau OTP dalam satu scene jadi maaf saya nyepam pict #dor

ASDFGHJKL 
YAAAAAAAAAAAAAAA WHY SO ADORABLE!!!!!!! Ah, serangan maut dari mas biaaasssssss *peluk erat*

Itu masih di stage Shitenmyu di lagu Let's get in on together, keren yah... ih, MomoKaaaaaaaaaaaaiiiii~ lalalalala

Ngomong soal pv let's get it on, ada juga sih scene MomoKai di pv itu, HAH, DI SITU MALAH LEBIH HNG, APALAGI DUA ALIEN INI CAKEPNYA KELIATAN JELAAAASSSSSSSS waaaaaaaaiiiii~

........... 
PERTAMA LIHAT PV INI AKU NANGIS PARAH!

Nangis beneran loh, nangiiis... ini pv keren banget astagaaaahhh... lagunya asik, terus lokasi pengambilan gambarnya juga keren dan MomoKai-nya gak nguatiiinn *cekek*

Ini pv gak ada sedih-sedihnya yah, tapi ah sudahlah :') pv yang sedih mah yang Egao Miseyou... itu dari pv-nya aja udah nyesek, kelulusan anak kelas 3. Ada scene senpai-tachi menerima tanda kelulusan dari sensei juga :')

Dan aku fokus pake banget di scene ini XD

>/////< 
Ah, cakep banget sih pake gakuran begituuu... aku makin cinta sama kaliaaaann XD

DAT BURGER THOUGH!!! 
Mas, burger-nya ditinggal bisa gak? :'(

Yang belakang ngelirik-lirik, entah dia ngelirik Masyu atau malah ngelirik burger-nya, soalnya itu yang belakang monster juga sih kalo sudah nyangkut makanan #digaplok

...... ah, sudahlah yah, Momo tanpa burger itu sama aja dengan Kaoru-chan tanpa bandana (?)

Ayo lanjut ke hints yang lebih hng dari MomoKai generasi ke 3~

YOU TWO!!!! 
Abang, tolong lihat keadaan sekelilingmu, kalian di atas stage, itu abang Shin plis banget, nariknya loh #plak

Lagian mas Tomo juga mancing, mana cuma dia yang ngomong ke abang Shin pas lagi semangat-semangatnya begitu, wajar aja abang Shin emosi. Yang satu hobi mancing, yang satu gampang terpancing.

.....

Karepmulah.

Depend on me~ 
Kita mulai dari Dream Live 4th aja deh~

SOALNYA POSTINGAN YANG LALU AKU SUDAH NYEBAR HINT MEREKA YANG ASDFGHJKL BANGET DARI ABSOLUTE KING RIKKAI FIRST SERVICE #nak

Itu dua pict pembukaan udah hng gitu ye wakakaka

Ini belum apa-apa, itu di lagu Haiagare Kaidou, BEEEEEEEUUUUHHH DUA MAKHLUK INI SUKSES MEMBUAT ARENA GAK KARUAN KARENA EERR(?) /apah

ABANG SHIN PLIS DEH!!!! 
Doh, aku antara ngakak tapi juga ikutan jerit-jerit sih lihat ini wkwkwkwk abang Shin niat banget gangguin mas Tomo >////<

Tapi mereka unyu... iya, unyuuuuu~ aaaah, MomoKai ini emang unyunya sejuta persen (?) Deh~

XD 
Ini tuh sama aja dengan 'Ke manapun larinya Momo, dia bakalan balik lagi ke Kaidou.' hahahaha

Lihat saja, tadinya Momo udah lari-lari ke seluruh penjuru stage dan tetep aja dia baliknya ke Kaoru-chan lagi wkwkwkwk

Aawwwwww 
I'm screaming at this! LOL

Dan sudah jelas arena juga ikutan teriak wkwkwkwk
Gini nih perbedaan yang mencolok banget antara MomoKai-nya 7th sama 3rd.

Kalau 7th itu hints-nya bisa dibilang dikiiiiiiiiit banget tapi sekalinya dapet langsung membuatku nangis :')

Kalau 3rd, setiap stage pasti banyak banget hints-nya sampe bingung mana yang mau diskrinsyut wkwkwkwk tapi tetep aja semuanya membuat diabetes saking manisnyaaaaa >////<

LOL 
NGAKAAAAAAK... Mereka lari-larian begitu di atas stage wkwkwkwk

Kayak anak kecil, beneran... mas Tomo lari ke atas dan dikejar abang Shin, mana pas di tengah lagu si abang ketawa BWAHAHAHAHAHAHA INI APAA  PLIS!!!

THIS!!!!! 
Yoloooo... Bang, kalau jaketnya Mas Tomo sobek gimana itu ditarik-tarik begituuuu...

Dan setelah ditarik-tarik lalu didorong lagi, kan kampreeet XD

Yuk, yuk, beralih ke backstage DL 4th, mufufufufufu

LHA INI LOOOOOOHHHHH~ 
Sial...

Ini dari backstage dan aseeemmm.. aku benar-benar mendengar arena teriak fangirlingan di scene ini...

Iya, dan sudah jelas kalau aku ikutan wakakakaka

LOOK! THOSE TWO WERE SMILING AT EACH OTHER!!! WWWW 

Ah, gak ngerti deh :") mereka tonjok-tonjokan tapi di mataku malah kelihatan romantis BHAHAHAHAHAHAHA HAHAHAHAHA #gubrak

I'm dead! 
TOP OF THE STAGE FOR THE TENNIS!

DOH, MAAAAAAASSS... SEKARANG KAMU YANG MEMBUATKU KALAP BEGINI! hey, hey, tepukan itu kok familiar yah *ubek2 absolute king rikkai first* #woi

Tahu aja abang Shin barusan nangis, makanya disemangatin gitu, ih, meskipun cuma tepukan pelan tapi itu udah nunjukin kalo mas Tomo ada di sampingmu, Bang /APAAN LO

Kayanya abang Shin sedikit kaget yah pas ditepuk pundaknya sama mas Tomo, dia kaya nyariin gitu loh, JIAHAHAHA GIMANA, GIMANA??? AUTOFOKUSKU KEREN KAN KALO UDAH NYANGKUT MOMOKAI WKWKWKWK /Bangga banget gini

CAN YOU SEND HELP FOR ME??? 
Abang Shin... tanganmu... itu kepala jugaaa... hey, hey, mas Tomo manis begitu sih, aaaaahhh... caranya abang Shin ngerangkul dan nyenderin kepalanya itu manis banget tulung maaaak...DAN ITU TANGANNYAN YAAAAAA... AIBACHI JUGA NGERANGKUL TAPI BIASA AJA, LHA KAMUUUUU *lempar abang Shin* ;_;

Ah, nyesek yah, ini momen terakhir mereka sih di Tenimyu, nyesek asli, abang Shin lulus dulu, ninggalin mas Tomo yang akan melanjutkan ke Seigaku 4th.

YA, INI JUGA YANG MEMBUATKU BAPER, PALING ENGGAK, MASYU-TATSUN LULUSNYA BARENGAN YAH, LHA TAPI INI! DOH, MANA SEIGAKU 4TH KOK EERRR BANGET #dihajar

*hugs them* 
The last 'looking at each other's scene between Momo and Kaidou 3rd gen.

KOK ENDINGNYA JADI MASO BEGINI! KENAPA MOMOKAI YANG INI MASO BANGET SIH T___T

BAPER!!! 
Gak ada lagi scene seperti pict di atas antara mereka berdua, aku rapopo kok, rapopo... *nyariin Masyu--peluk erat sambil nangisin OTP* /kok gini

YANG MENYEBALKAN JUGA, ABANG SHIN KENAPA MAKIN CAKEP SIH PAS MAU LULUS DAN MAS TOMO MALAH MAKIN UNYU! KALIAN ASLI MINTA DIKUWEL-KUWEL!!! #jangan

Yah, dan pemilik blog ini kembali baper, maso banget deh jadi shippernya MomoKai generasi ke 3, dan parahnya aku ini baper dan maso seorang diri, KAKAKAKAKAKAKA SOALNYA GAK ADA YANG NGESHIP MEREKA KECUALI AKU! KOK AKU NGENES AMAT SIH NASIBNYAAAAAA T_T

Tapi paling enggak, aku punya kalian berempat untuk setidaknya menyembuhkan kebaperan dan kemasoanku meskipun kayanya susah banget sembuh dari dua penyakit ini.

Yaaaaa... pokoknya beginilah hasil kebaperan si Mari... bahas dua MomoKai ini sesuatu sekali... yang 7th itu gak pernah dapat hints, yang 3rd hints-nya bejibun tapj jatohnya bikin nyesek.

Kayak dibanting gitu deh ngefans sama MomoKai, kalau lagi seneng, udah gak tertolong kalapnya, pas sedih berasa sediiiiih banget, sampe bikin nangis ( ̄▽ ̄;)tapi tetep aku sayang kalian kok, kalian MomoKai yang sangat berharga untukku *peluk semuanya*

Pict terakhir, biar masonya nambah (?)

PLEASE!!!! 
Menambah hints malah nambah bikin baper ye dua makhluk ini :"( gak kuat aku lihatnyaaaaaa T.T

Abang Shin, warasnya kapan sih :'( 
BANG, KAMU NGAPAIN OAO INI ASLI ABSURD... Tapi menghibur... wkwkwkwk mereka latihan buat shenshuuraku~

Latihan terakhir kalinya untuk mereka berempat :')

:") 
KATANYA PICT TERAKHIR TAPI MASIH NYEPAM, MAUMU APA SIH, MAR, HAH!!!!

Ya, biarin dong, aku mau memasokan diri, gak usah ikut campur, kalau es campur sih aku mau #jedeerrr

Entah mau ngomong apa lagi. Aku udah nyusun banyak kalimat untuk mereka tapi pas nyampe di blogger semuanya lenyap. Yang ada aku malah lebay begini dan enggak jelas :'( SEMUA KARENA MEREKAAAAA T____T

Thank you, you two~ 
Yaaaaa... makasih sudah membaca curhatanku tentang MomoKai dari dua generasi kesayangan ini...

Jangan bosen-bosen buat mampir dan baca-baca lagi yah, atau jangan-jangan malah bosen duluan pas pertama baca OAO

Jangan dong, aku sudah maso, jangan tambahi lagi masonya :'(

Pokoknya itulah... terima kasih sudah membacaaa~

Jaaaaaaa~

Friday, 31 July 2015

Matematika

Mari mendelik melihat hasil ulangan matematika yang baru saja dibagikan oleh Yamada-sensei padanya. Ia melihat dan meneliti dengan seksama nilai di pojok kanan atas kertas ulangannya.

3,2

Angka yang sangat. Sangat. Sangat. Buruk.

Perasaan ia sudah belajar deh kemarin, tapi kenapa hasilnya tetap se--seperti itu. 

Gadis ini menghela nafas pasrah. Sudahlah memang nasibnya yang sangat lemah dalam hal matematika.

Ya, tapi meskipun lemah, tetap saja nilai seperti ini sangat jauh dari perkiraannya.

Untungnya kelas sudah kosong karena anak-anak lain sibuk dengan urusan masing-masing. Jadi gadis ini bisa bergalau ria di dalam kelas sendirian. Maklum saja, ini kan jam makan siang. Tapi meskipun sudah waktunya makan, gadis yang sangat menggemari coklat ini tidak punya nafsu makan sama sekali.

Semuanya terasa pahit sekarang. Salahkan nilai matematikanya yang anjlok!

Mari menempelkan keningnya ke mejanya yang dingin. Mungkin dinginnya meja bisa mendinginkan isi kepalanya juga. Entah kenapa, kepalanya terasa panas sekarang. Sial, apa yang harus ia lakukan?

"Yo!"

Tepukan pelan mendarat di kepala Mari dan itu sedikit membuatnya meringis karena tanpa sengaja tadi kepalanya juga menghantam meja meskipun tidak begitu keras. Mata hitamnya pun bertemu dengan mata ungu milik seseorang yang barusan menginterupsinya.

Atau yang barusan menjedugkan kepalanya ke meja. Payah! 

"Apa!" Mari menjawab ketus sembari menolehkan kepalanya, ia menatap salah satu sahabatnya yang tengah nyengir lebar di depannya dengan pandangan kesal. Mood-nya benar-benar sedang tidak bagus saat ini.

"Lihat, lihat, nilai ulanganku!" sebuah kertas putih menjadi pemandangan Mari kali ini, pasalnya si bodoh Momoshiro yang tadi nyengir tak jelas itu kini tengah memamerkan hasil ulangannya ke depan wajahnya. Menyebalkan! 

Tak ada pilihan lain, mata gelap milik Mari akhirnya dipaksa untuk menjelajah kertas ulangan milik Momoshiro, sampai akhirnya matanya melihat dua buah angka di pojok kanan atas kertas itu.

9.0

........

Mari mengerjapkan matanya berkali-kali untuk memfokuskan pandangan, mungkin saja ia salah lihat karena mood jeleknya. Ia mengucek matanya sekali lagi tapi angka itu masih sama.

Apa maksudnya ini? 

Tangan kecil gadis inipun segera menyambar kertas di depannya dan meneliti kertas itu sekali lagi, dan setelah puas melihat kertas yang sama jenisnya dengan miliknya tadi, ia beralih menatap Momoshiro dengan tatapan tidak percaya.

"Hebat kan? Nilaiku tertinggi ke dua setelah Kaichou!" pemuda jabrik itu berucap bangga.

Kepala Mari seakan tertimpa batu berukuran sangat besar saat mendengar ucapan Momoshiro bahwa nilainya terbaik ke dua setelah Kaichou mereka. Hah? Yang benar saja? Ada apa dengan dunia ini?

Mari benar-benar tidak habis pikir, bagaimana mungkin, ia kalah dari Momoshiro!

Duk! Duk!

Suara benturan kepala dan meja terdengar berkali-kali di dalam kelas 2-8 yang sepi. Tentu saja itu adalah kepala milik Mari, ia mengutuk kinerja otaknya yang tiba-tiba melambat jika itu sudah menyangkut matematika. Ia merasa sangat bodoh sekarang, bodoh, bodoh, bodooohh!

"He? Kau kenapa, Mari? Berapa nilai matematikamu?"

Mendengar pertanyaan super polos dari teman sekelasnya itu membuat Mari seakan tersambar petir di siang bolong, ia segera berdiri dari kursinya dan mengambil kertas ulangannya yang masih tergeletak manis di meja, beruntung baginya Momoshiro tidak melihat hasil ulangannya.

"Hehehehe," cengiran lebar kali ini berpindah dari wajah Momoshiro dan sekarang menghiasi wajah sang gadis yang tadinya lesu tidak karuan, "A-aku ada janji dengan Kaoru-chan, hahaha, jaa, Momo-chii~" Mari pun mengambil langkah seribu dan meninggalkan Momoshiro yang entah berekspresi seperti apa.

Disclaimer © Konomi Takeshi 

Matematika © Mari-chan 


"USOOOOOOO, INI NILAI TERBURUK SELAMA AKU SEKOLAH, bagaimana caranya memberitahu Marco-jichaaan, aku pasti dimarahiiii," Mari mengacak helaian hitamnya, raut wajahnya kembali kusut dan sangat tidak enak dilihat oleh siapapun.

Ia mendudukkan diri di atap sekolah yang kosong, yah, ia bohong saat mengatakan ada janji dengan Kaidou dan malah berlari menuju atap. Ia jelas tidak bisa menemui sahabatnya itu sekarang, apalagi dalam keadaan seperti ini. Kaidou pasti akan tahu kalau ada sesuatu yang tidak beres dengan dirinya. Dan jelas ia tidak mau Kaidou tahu kalau nilai matematikanya jelek. Itu. Buruk! 

Mari menghela nafas pasrah dan menenggelamkan wajahnya ke lutut yang ia tekuk, tangan mungilnya masih erat menggenggam kertas maut itu, "Bahkan nilai Momo lebih bagus dari ini, aaaaaa--"

Sret! 

"Are?" dan teriakannya spontan terhenti saat merasakan seseorang merebut kertas ulangannya. GAWAT! Lagipula, siapa yang berada di atas atap ini? Bukankah tadi ia hanya sendirian?

"3.2, nilai yang sangat tidak pantas disebut nilai, kau tahu itu, Mari?"

Glek!

Gawat, gawat, gawat! Mari menelan ludahnya gugup saat ia mendengar suara itu. Ia tahu benar siapa pemilik suara itu, suara berat dan datar dan kaku, hanya ada satu orang pemilik suara jenis ini di Seigaku dan dia adalah--

"Kau mau menjelaskan sesuatu padaku, Mari?"

Perlahan namun pasti, gadis yang sangat mengidolakan ojisannya ini mengangkat kepalanya dan mata hitamnya pun melebar saat seseorang yang menginterupsi kegalauannya sudah berjongkok di depannya. Wajah pemuda itu tepat berada di depan wajah Mari.

"Gyaaaaaaaa!" sebuah teriakan dan dorongan kuat berhasil menjauhkan sekaligus menjatuhkan sang pemuda dari hadapan gadis kelas dua itu.

Tuk!

"Ittai!" Mari mengusap keningnya saat pemuda yang tadi sempat jatuh itu bergegas bangun dan menyentil keningnya yang tertutup poni tebal "Inui-senpai, kau mengagetkanku!" bentaknya.
"Kau mendorongku sampai aku jatuh dan berteriak di depanku, seperti melihat hantu saja," Inui berucap kalem dan lanjut mengamati hasil kertas ulangan milik sang kouhai.

Habisnya kau memang mirip setan sih. Batin Mari sweatdrop.

"Dari 20 soal ini hanya 3 yang benar, kau yakin sudah belajar?"

JEDEEERRR!

Mari merasakan sebuah batu yang entah berasal dari mana kembali menjatuhi kepalanya. Aw!

"Bahkan nilai Kaidou lebih bagus daripada ini, yah tidak juga sih, nilai Kaidou untuk ulangan tadi adalah 4,1 kalian sama saja ternyata."

Satu batu lagi sukses jatuh ke kepala sang gadis.

"Sepertinya aku harus memberimu les pribadi untuk urusan matematika ini, kau setuju?"

......

Mari sudah tidak tahu ada berapa banyak batu yang menjatuhi kepalanya, batu-batu tidak bertanggung jawab itu juga sukses membuatnya eror, diajari matematika oleh Inui-senpai itu lebih horor daripada diajak maraton oleh Kaoru-chan.

"Anoo, Inui-senpai, bagaimana dengan Kaoru-chan, nilainya kan jelek juga, kenapa senpai tidak mengajarinya saja?" Mari berusaha menolak secara halus tapi melihat ekspresi sang senpai yang masih kaku, sepertinya kata-katanya tidak berefek.

"Kaidou? Ah, sudah ada yang mau mengajarinya, kau tidak perlu khawatir, aku mau mengajarimu karena kau membuatku khawatir dengan kemampuan berhitungmu."

Sama sekali. Tidak berefek. 

"Sepulang sekolah, datang ke kelas 3-1"

......

Marco-jichaaaan... 

〜(^∇^〜) (〜^∇^)〜 


"Ibu pergi ke pasar dan membelanjakan seperlima dari uangnya. Setelah itu membelanjakan lagi lima per delapan dari sisa uangnya. Sekarang sisa uangnya Rp. 12.000. Berapa uangnya mula-mula?" 

"Obaasan, lain kali sebelum belanja, dihitung dulu uangnya, kan aku tidak perlu repot-repot menghitungnya lagi."

Tuk!

Sebuah pulpen menghantam kepala gadis bertubuh kecil ini "Ittai!" dan ia membentak sang pelaku yang masih tetap memasang wajah datar di depannya. Padahal ia baru saja memukul kepala Mari, tapi masih sok cuek. Menyebalkan! 

"Kau ini, bukan seperti itu, ini soal cerita, cepat kerjakan!" Inui yang kali ini menjabat sebagai seorang sensei berucap tegas dengan masih mencatat sesuatu dalam bukunya.

"Mou, maksud soalnya apa sih, kenapa harus ada seperempat-seperempatnya segala, dan lagi, Inui-senpai kan tahu aku tinggal bersama Marco-ji, mana aku tahu bagaimana cara seorang ibu belanja. Apalagi dengan model seperti ini! Selain merepotkan, juga membuat pusing!"

"....." Inui membenarkan kacamatanya yang mendadak miring saat mendengar protes dari Mari, "Kau tahu, Mari, kau ternyata lebih mengkhawatirkan daripada Kaidou."

Mari menggembungkan pipinya, iya sih, dirinya dan Kaidou itu sama-sama bodoh dalam hal matematika, tapi mungkin dirinya ini level bodohnya sudah di bagian paling bawah, ibarat panci, Mari ini adalah keraknya. Oke melenceng. 

"Mau kuganti soalnya?" tawar Inui, ia membuka buku catatannya dan mulai memilah dan memilih data di dalamnya.

"I-iie, tidak usah, hahahaha," sergah Mari sebelum senpai kesayangan memberikan soal yang lebih tidak masuk akal lagi.

"Ya sudah, kerjakan."

Bagaimana mau mengerjakan kalau maksud soalnya saja Mari tidak paham sama sekali. Aduuuhh, soal saja tidak paham, bagaimana jawabannya? Ia mengacak rambutnya frustasi.

"Sepertinya kau kesulitan."

Urusai! 

Itulah yang Mari teriakkan di dalam pikirannya. Ah, bagaimana ini?

"Oh iya, tadi pagi aku membuat minuman yang bagus untuk otak, Mari mau mencobanya?"

.....

Plis, soal satu ini sudah horor dan makhluk di depannya ini masih saja menambah kehororannya dengan jus buatannya, siapapun tolong aku! 

"Ini jus spesial--"

"Mooouuu, mau itu spesial atau tidak spesial, aku tetap tidak mau mencoba apapun minuman yang dibuat oleh Inui-senpai, sekarang diam dan ijinkan aku menulis jawabannya!"

Inui hanya bisa diam mendengar protes sang kouhai yang sepertinya benar-benar tidak mau mencicipi jus barunya, padahal kan jus buatannya itu tidak enak "Jangan menyesal--"

"Yang ada, aku malah akan menyesal kalau minum jus milik Inui-senpai, sudah diam!"

"Ehm!"

〜(^∇^〜) (〜^∇^)〜 

Sepuluh menit berlalu, Inui melirik kertas jawaban yang ia berikan kepada Mari dan ia hanya menggeleng pasrah, kertas itu bukannya berisi jawaban tapi berisi gambar cacing, atau ular? Atau ulat? Atau malah benang ruwet.

Uhuk! 

Seumur-umur baru kali ini Inui memiliki kouhai yang seperti gadis ini. Kelemahannya dalam matematika sudah tidak ada tandingannya lagi. Dia sudah paling parah.

Sret!

Dengan pelan Inui mengambil kertas yang tadi ia berikan kepada Mari dan menghela nafas panjang, "Ini apa?" tanyanya.

Cengiran kembali menghiasi wajah Mari, "Menurut Inui-senpai, itu apa?" ia malah balik bertanya seraya menatap senpai-nya dengan tatapan semelas-melasnya.

"Gambarmu itu abstrak, mana kutahu kau menggambar apa," Inui yang sepertinya mulai emosi tidak terpengaruh sedikitpun tatapan memelas yang dipasang oleh Mari. Mungkin kalau Oishi akan langsung jatuh dalam tatapan maut dari Mari, tapi maaf saja, Inui Sadaharu bukanlah Oishi Syuichirou.

"Mou, tidak asik! Sudah sore, aku mau pulang!" Mari bangkit dari duduknya dan mulai berjalan meninggalkan sang senpai tapi langkahnya terhenti saat suara Inui menginterupsi.

"Hey, hey, satu soal saja belum selesai dan langsung mau kabur? Mari, kau ini."

Junior Seigaku berhenti sejenak di depan pintu kelas Inui dan memutar badannya ke arahnya, ia menjulurkan lidahnya sebelum kemudian kabur meninggalkan ruang kelas 3-1.

"...... Lagi-lagi dia tidak mau menurutiku, gadis itu," Inui benar-benar tidak tahu lagi bagaimana cara memaksa Mari untuk belajar matematika.

〜(^∇^〜) (〜^∇^)〜 

"Kaoru-chaaaaaann..." 

"Mari?" Kaidou berhenti mengayun raketnya saat melihat sahabatnya berlari menuju ke arahnya, "Kenapa baru pulang?" ia bertanya dengan nada yang sedikit naik, wajar saja ia kaget, saat pulang tadi ia tidak melihat Mari di manapun, mungkin saja dia sudah pulang duluan, tapi nyatanya? Gadis itu malah masih mengenakan seragam Seigaku dan terlihat baru pulang sekolah.

"Ada setan yang mencegahku pulang lebih awal," jawab Mari. Ngaco. Sudah jelas 'kan? 

"Setan?" wajah Kaidou membiru seketika mendengar satu kata itu.

"Setan. Iya. Serius. Are? Kenapa kau pucat begitu, Kaoru-chan."
Kaidou tak menjawab tapi dilihat dari raut wajahnya, dia ini pasti sangat ketakutan, "Hooooy, Kaoru-chaaaaaann!!!"

Kata setan itu sepertinya benar-benar horor bagi seorang Kaidou Kaoru. Aduh, andai saja dia tahu kalau makhluk yang menjadi doubles partner-nya itu lebih horor daripada setan yang asli. /eh

The End 

Yoooooo 

Datang lagi dengan fict super absurd, wkwkwkwk 

Tapi seneng banget deh bisa kembali menulis tentang Inui-senpai wwwwwww dia senpai kesayangan Mari pake banget XD 

Terakhir kali Inui muncul di pertandingan Momo vs Kaoru-chan kan yah... aaaa senpaaaaiii *tubruk* /gak gitu 

Inui Sadaharu

Ngebayangin diajarin matematika sama makhluk ini lol agak horor tapi dia cakep jadi dimaafkan #disamplok 

Hiaaaaa... sudah ya, sampai jumpa di postingan selanjutnyaaa~ 

Monday, 20 July 2015

Rival Pair in Absolute King Rikkai feat Rokkaku First Service


Hay, hay, haaaaayy~

Beuh, judulnya apa sih ahahahaha

Tapi memang hari ini mau sedikit curhat tentang kesalahfokusan diriku akan dua makhluk berjuluk Rival Pair dari generasi ke tiga ini XD

Kalau tidak suka mending jangan dibaca, atau kalau memang gak suka sama Rival juga jangan dibaca, entar sakit hati, bwahahaha... si pemilik blog juga gitu loh, kalau ada artikel tentang pair yang gak dia sukai dia gak pernah ngelirik lol

Lagipula, ini blog pribadi jadi isinya sudah bisa dipastikan adalah celotehan gaje sang pemilik, gak usah mengharap lebih #apa

Yaaaaa... Lupakan kalimat di atas... ayo bahas Absolute King Rikkai feat Rokkaku First Service... Stage ini menggelar dua pertandingan doubles yaitu doubles 2 dan doubles 1.

Doubles 2 adalah pertandingan yang akan kita (elu aja kali) bahas kali ini, yap, Momoshiro-Kaidou pair Vs Marui-Jackal pair dari Rikkai~

Sekedar informasi, di doubles 1 nanti setelah pertandingan sang Rival pair ini, ada pertandingan yang beuh gak kalah seru antara Golden Pair a.k.a Oishi-Kikumaru pair Vs Platinum Pair a.k.a Niou-Yagyuu pair.

Tapi kita (elu doang plis) gak akan bahas doubles 1 kok, karena dari judulnya aja udah keliatan yang akan kita bahas adalah doubles 2! HAHAHAHAHAHA

Inilah merekaaa~ awas jangan salah fokus lol (PADAHAL AKU SALAH FOKUS DULUAN PAS LIHAT INI, BWAKAKAKA SALAHIN MEREKA AJA DEH)

Rival Pair 

(~●ω●)~ ~(●ω●)~ ~(●ω●)~

Pertandingan ini diawali oleh lagu yang keren sekali berjudul 'climax' 

Kenapa kubilang keren? Karena gak cuma Seigaku yang nyanyi ini, tapi Rikkai dan Rokkaku pun ikut nyanyi~ pokoknya keren banget lagunya, kukasih lihat deh review-nya. Dikit! 

Cool 

Itu review dikit dari climax... keren yah, hohoho... mau lihat lainnya? Btw, btw, LUPAKAN SUBTITLENYA, HAHAHAHA AKU NANGIS PAS PERTAMA LIHAT SUBTITLE-NYA! T.T 

Subtitlenya bahasa Spanyol sementara aku sendiri gak ngerti sama sekali tentang bahasa Spanyol wakakaka *gelundungan* 

Another gif from 'climax'
Ih, ahahaha cara ngedance-nya mereka apa banget... aaaa >////< malah jadi fangirlingan #dihajar 

Serius deh yah, stage ini diulang berkali-kali juga gak bikin bosen, mungkin karena bagiku ini stage first season yang pertama kali kutonton, kan beda sensasinya dengan yang Seigaku 7th yang udah sering kulihat dari stage mana aja :') 

Dan aku jerit-jerit pas part ini wwwwww
OMG!!!!!!!!!! 
Sudaah... kukasih 3 gif buat lagu climax... aslinya masih panjang sih lagunya tapi aku capek bikin gifnya #eh 

Yay! Setelah dibuka oleh lagu itu, tibalah pertandingan final antara Seigaku vs Rikkai... 

Pertandingan ini menurutku pertandingan terkeren dari Seigaku, ini secara pikiranku loh, soalnya pas itu Tezuka-buchou gak mendampingi mereka, mereka hanya berdelapan, menghadapi tim juara nasional dua kali berturut-turut yaitu Rikkai. Oishi-senpai sampai gak bisa tidur loh memikirkan nasib pertandingan ini :') 

Gak cuma Oishi-senpai, yang lain juga sama-sama gak bisa tidur, ah, Seigaku memang sehati banget *pelukin satu-satu* /salah 

Ya memang sih, Rikkai juga tidak didampingi oleh sang kapten karena Yukimura mau operasi, tapi meski gak ada Yuki, di Rikkai itu semuanya pemain level nasional, sesuai kata Aoi dan kawan-kawan, Rikkai itu kuat, kuat banget! 

Tapi, Mari juga bilang kalau Seigaku gak akan kalah! Ahahahahah #dor 

*autofokus ke senyumnya abang Shin* (?)

Oishi-senpai keren banget di sini, dia berani mengutarakan kalau Seigaku gak takut melawan Rikkai dan akan merebut juara! Hahahaha 

Dan pas dia sadar akan ucapannya, ekspresinya lucu banget tapi karena keberaniannya mengutarakan maksudnya ke Sanada tadi, ia juga dipanggil 'Oishi-buchou!' sama teman-temannya.

Suka banget pas dia bilang 'eh? Apakah itu tidak apa-apa?' Dan anak Seigaku langsung senyum ke dia. AAAAAA OISHI-BUCHOU~

Abang Shin senyumnya manis banget, hiahahaha #woi 

Yap, dan tibalah pertandingan perdana final kantou turnamen antara Momoshiro-Kaidou pair vs Marui-Jackal Pair~ wohooo... 

Diawali dengan ucapan penuh percaya diri dari Momoshiro yang meminta Marui dan Jackal melepaskan power wrist dari tangan mereka tapi ditolak mentah-mentah sama Marui sambil bilang "Make us do it!" 

BEEEUUUHHH!!!!! gregeeett! 

Awal-awal pertandingan sudah terlihat bahwa Seigaku kesulitan melawan doubles Rikkai, apalagi Marui langsung mengeluarkan tekhnik andalannya, Tsunawatari dan Tecchu Atte! 

Dou? Tensai-Teki? 
Namanya adalah Kiriyama Ren dan dia keren... HAHAHA DAN AKTINGNYA SEBAGAI MARUI JUGA KEREN... Tensai lah kamu, tensaaaii #heh
Marui and Jackal 
Ngakak liat ini, Marui pede banget dengan bilang 'Lakukan saja, kami pasti bisa mengembalikannya, Jackal yang akan melakukannya.' 

Dan Jackal langsung teriak 'Aku?' BHAHAHAHA
Marui, kamu terlalu manja wkwkwkwk

LOL

Marui: Kenapa? Kau tidak mau?

Jackal: Bukan begitu!

Marui: Dasar bodoh

Plis! Bwahahahaha....

Tapi saat Marui mengatakan bahwa Jackal akan mengembalikan Boomerang Snake milik Kaoru-chan, dia benar-benar melakukannya loh T.T

Itu juga yang membuat Kaoru-chan saya syok... Momo juga ikut syok! 
THIS!!!!!!
Itu abang Shin natapnya apa banget yah :'( dia tadinya udah bilang ke Kaoru-chan gak usah pake Boomerang Snake karena mereka udah tahu rahasia Boomerang itu, dia sampe teriak-teriak tapi Kaoru-chan gak mau dengerin dan masih saja melancarkan Boomerang yang akhirnya dikembalikan dengan sempurna oleh Jackal, SEDIH!!!!!

Permainan Kaoru-chan juga jadi sangat buruk sejak Boomerang Snake-nya berhasil dikembalikan, dan Seigaku semakin tertinggal angka demi angka dari Rikkai, NANGIS HAHAHAHA AKU MASO YAH! #plak

Tapi, abang Shin eerr--maksudku, Momo-chii, jelas gak mau diam saja melihat semuanya, ia tidak mau kalah melawan Rikkai, dan dia juga tidak mau melihat Kaoru-chan yang merupakan doubles partnernya saat itu seperti orang yang jiwanya melayang entah ke mana. Atau lebih parah lagi dari itu, seperti orang yang baru pertama main tenis O.O"

HAH, ELU NGOMONG APA SIH, MAR? /bodo

I love this!!!
Noh, saking jengkelnya Momo melihat Kaoru-chan yang gak punya semangat dalam pertandingan, dia akhirnya berteriak ke arah Kaoru-chan seperti itu dan setelah itu dia mengandalkan kekuatannya sendiri untuk setidaknya bertahan dari serangan Rikkai, dia berjuang melindungi Kaoru-chan yang jiwanya terguncang! Aihayaaa, teriakannya Momo yang "Kaidou!" Itu hng banget asli, hahahaha >////< 

MOMOOOOO T.T 
Kalau dilihat secara jelas, kelihatan banget kalau mas Tomo atau Kaoru-chan gak bisa ngikutin gerakan dari abang Shin, duh... plis, pliiiisssssss *menggelundung* 

I'm freakin love this song!!! Hahaha 

Lagu yang dinyanyikan oleh Momo ini judulnya 'Haiagare, Kaidou!' Lagu yang digunakan Momo untuk membuat Kaoru-chan kembali bersemangat. Paling enggak dia sudah berusaha lewat lagunya :')

Lagu ini isinya curhatannya Momo deh kayanya, wahahaha... didukung suaranya abang Shin yang serak-serak gak nguatin /? Itu malah semakin menambah greget lagunyaaa... wkwkwkwk 

Hnngggg
Aaaaaaaaaa itu Kaoru-chan didorong-dorong seperti itu, yang di part atas dia diajak berdiri tapi setelahnya didorong lagi, maumu apa sih, Momoo *culek* #woi 

Abang Shin kakkoi :') 
Huooooo... dia terlalu menjiwai... nunjuknya kaya orang kesel beneran, wahahahaha 

Tapi liriknya 'Ore wa omae wo back up!' Itu kedengaran manis banget di telingaku, HAHAHAH SALAH FOKUS!!! 

Ah, entar kukasih lirik lengkap lagunya deh sama artinya dalam english, kayanya di DL 4th ada tuh XD 

Shinpei-san, why so Momo (?) 
Ngeliat dia lari-lari, mukul bola sambil nyanyi, dorong-dorong Kaidou, dibantuin berdiri lagi, AKU KACAU! BWAKAKAKAKAKA 

SALAH FOKUS!!!
Gimana ini, gimana? HAHAHAHA 

Tapi dari awal sudah kukatakan 'kan, aku emang salah fokus pake banget di stage yang ini, lol 

*kuwel-kuwel keduanya* 
Lagunya sudah rampung, gak sanggup aku ngedit lagi gifnya, terlalu hng kakakakaka 

Jadi? Masih mau tahu soal lirik dan translatenya? 

Yosh, ini dia lirik + translate dari lagu Haiagare, Kaidou! 

Check this out, guys~ 

Title: Haiagare, Kaidou 

Romaji

Haiagare, Kaidou. Omae no tsurasa wa ore no itami 
Haiagare, Kaidou. Omae no yowasa wa ore no hagemi 

Rival dakara koso, ore wa omae no sasaeru 
Senyuu dakara koso, ore wa omae wo back up! 

Makase toke, ore no tokui na kajiba no baka chikara 
Omae ga fukkatsu suru made ore no bariki wa 
Keshite otoroenai ze! 

Haiagare, Kaidou. Omae no tsurasa wa ore no itami 
Haiagare, Kaidou. Omae no yowasa ore no hagemi 

Doubles nandakara, follow suru no wa atarimae 
Kusareen nandakara, kata ni tsukamare stand up! 

Daijoubu, tatakare jouzu, gyakkou wa nareteru 
Itsumo no omae ni naru made, ore wa powerful 
Ball ni kurai tsuku ze! 



English Translation 

Get up, Kaidou. Your pain is my ache 
Get up, Kaidou. Your weakness is my incentive 

As we are rivals, I am supporting you 
As we are comrades, I will back you up! 

Leave it to me, My speciality, the animal strength of a fire scene 
Until you recover, my horsepower will never decay 

Get up, Kaidou. Your pain is my ache 
Get up, Kaidou. Your weakness is my incentive 

Because it's doubles, it's natural that I'll follow 
Because we are bound to be together, hold on to my shoulder and stand up! 

No problem, good at getting striked and used to adversity 
Until you become the usual you, I am powerful 
Cling onto the ball 


Sudaaaahh... entah itu english translate-nya bener apa enggak, aku juga nyontek dari Dream Live 4th HAHAHAHA TOT

Tapi kalau dipikir, liriknya keren ya, itu mencerminkan hubungan Rival Pair banget wkwkwkwk 

SUKA BANGET PAS MAS TOMO LEPAS BANDANANYA #KAPS 
Setelah Momo berjuang sendirian memback-up Kaoru-chan, akhirnya dia tumbang juga karena Tecchu Atte yang dilakukan oleh Marui Bunta, dia jatuh tersungkur dan kesakitan. Lututnya berdarah. AAAAAAAA 

Tapi tentu saja Kaoru-chan gak tinggal diam, dia melepas bandana kebanggaannya dan menyerahkannya ke Momo-chii buat membalut luka di lututnya, aaaaaaaa ini gak di anime, gak di manga dan gak pula di Tenimyu tetep membuatku jejeritan wakakaka 
Tsundere detected lol 
"Gunakan ini, kau itu terlalu memaksakan diri, Bodoh!" 

SATU KALIMAT YANG SEBENARNYA MENGANDUNG ARTI, "KAU TIDAK APA-APA 'KAN? PAKAI BANDANA INI UNTUK MENCEGAH DARAHNYA MENGALIR LEBIH BANYAK, KAU MEMBUATKU KHAWATIR DENGAN MEMAKSAKAN DIRI SEPERTI TADI, DASAR BODOH!" 

Bwahahahahahaha hahahahaha percayalah, pasti sebenarnya Kaoru-chan khawatir setengah mati sama Momo-chii wwwww ah, ke-tsundere-anmu itu manis banget siiihhh *peluk mas Tomo* #ditendang 
I CAN'T HANDLE THIS! HELP!!!!
K-KALIAN INI APA-APAAN, BWAHAHAHAHA SERIUS PERTAMA LIHAT SCENE INI DARI VIDEO YANG DIKASIH SAMA IMAY DAN AKU LANGSUNG SALAH FOKUS LOLOLOL 

Dalam pikiranku saat itu cuma satu, AKU MAU LIHAT VERSI LENGKAPNYA DARI STAGE INI DAN PAS NONTON PERTAMA KALI LANGSUNG APA BANGET, INI BAHKAN LEBIH HNG DARIPADA ANIMANGA-NYA HAHAHAHA MASYAALLAH #kapsloknak 

Belum lagi aku nemu postingan di tumblr tentang mereka berdua, lihat di sini loh... tapi kalau males buka linknya, nih kukasih skrinsyut lol 
Hanjir lol 
Yosh, lanjut saja deh ke pertandingan, daripada fangirlingan di sini wakakakakak... 

Itu si abang Shin a.k.a Momoshiro ngomong gini aslinya "Ini bandana yang kotor tapi lebih baik daripada tidak ada sama sekali." 

Terus mas Tomo gak terima dan bilang "Apa katamu! Kau ngajak berkelahi, hah!" 

Abang Shin gak mau kalah lah, dia nyahut "Tentu saja, dasar kau pecundang." 

Walhasil, keduanya sama-sama emosi dan udah hadap-hadapan kaya gitu, tinggal adu jotos aja HAHAHA tapi pada dasarnya tatapan mas Tomo itu apa banget, malah abang Shin duluan yang mengalihkan pandangan darinya, GAK TAHAN SAMA SENYUMNYA ABANG SHIN PLIS, HAHAHAHAHA MAAAAAKKK!!!!! 
..... 
Gak ngerti lagi mau ngomong apa, bwahahahahaha 

Itu Momo-chii gayanya lucu banget, dia cuma mau menyembunyikan blushing aja sih pastinya hahahahah hahahaha ya Allah!!! 

Itu dia bilang kalo dia punya rencana buat menghadapi doubles-nya Rikkai dan ngajak Kaoru-chan buat ngomong sebentar dan menjauh dari yang lain. HAHAHAHAHA HAHAHAHAHA #PLIS 

XD
ITU KALIAN BISIK-BISIK APA MASYAALLAH, BAHKAN SAAT MEMBICARAKAN STRATEGI PUN KAYA GITU, BISA GAK SIH GAK BIKIN SALAH FOKUS SEDETIK AJA ( ̄▽ ̄;)

Tanomu ze, Mamushi
Kalian membuatku eror seketika, makasih!!!!!( ̄▽ ̄)

Too much touching, tooo much! TOOOO MUCH!!!! YOU SHOULDN'T DO THAT BECAUSE YOU TWO ARE RIVAL PAIR BUT THE TRUTH IS ASDFGHJKL I DON'T KNOW ANYMORE WAKAKAKAKA 

Dan setelah Kaoru-chan bangkit dari syoknya, mereka bermain dengan lebih bagus dan bisa mengambil 1 poin dari doubles Rikkai! 

Tapi pada akhirnya mereka tetap kalah dari Marui-Jackal Pair... mereka kalah 6-1 SEDIH SAYA, SEDIIIHHH T.T 
Aaaaaaaa T.T
Kan? Mereka kalah, sampai tepar begitu.... 

Tapi over all pertandingan ini keren banget >/////< hihihihi 

Aaaaa... Sandaime kakkoi, Rival Pair mo kakkoi, bhahahaha 

Sudaaaaahh... rampung... kan janjinya cuma doubles 2 aja, yang doubles 1 kapan-kapan yah (itu mulu nulisnya) 

Ini aku nulis dari pagi dan dipublish malem hari bwahahahaha gak tahu kenapa tapi koneksi lemot banget dan ngajak berantem, asli, jadinya baru bisa dirampungkan sekarang XD 

Arigatou buat yang sudah bacaaaa~ 

Pict terakhir sebelum pamitan~ 
Rival Pair from Must be strong XD 
Ah, bahkan di akhir stage pun mereka tetep kebagian nyanyi bareng wkwkwkwk sudahlah, kalian emang pantes kalau dicap sebagai Rival Pair yang paling mesra di antara semua Rival Pair lol 

Yosh, sampai jumpa di postingan selanjutnya~ *lambai cantik ke arah kamera* #eh 
Powered By Blogger

Translate

Awesome Inc. theme. Powered by Blogger.