(~●ω●)~ ~(●ω●)~ ~(●ω●~) Hello, Mari-chan is here ★★★ A cheerful, sweet, innocent and light idiot girl who loves Trafalgar Law more than anyone ♡♡♡ Trafalgar Law's Wife ♡ Fushichou Marco's Niece ★★ Sabo & Echizen Ryoga's Sister★ ★ Whitebeard Pirates & Heart Pirates ★★ Kaidou Kaoru and Momoshiro Takeshi's Bestfriend ★★ One Piece ── One Piece Live Attraction ★ Prince of Tennis ★ Hunter X Hunter ★ Death Note ★ MarcoAce is Life. MarcoAce is Love ♥ Sweet Combi ♥ Rival Pair ♥ Seigaku ★ Extremely biased towards Ishiwatari Mashu and Kimura Tatsunari ♥ Yoroshiku ♥ and welcome to my (weird) blog (ノ゚▽゚)ノ
Showing posts with label TeniPuri. Show all posts
Showing posts with label TeniPuri. Show all posts

Sunday, 27 February 2022

Mari's Valentine

"Mau cokelat?" 

 Mari yang tengah membaca buku dengan tenang di kursi belajarnya menoleh singkat, memperhatikan kakaknya yang tersenyum menyebalkan di sampingnya. Tangan kirinya masih membawa raket yang dia sandarkan di pundak sedangkan tangan kanannya membawa sebuah jeruk. 

 "Abang lain kali kalau masuk kamarku ketuk pintu dulu!" bentaknya pada Ryoga yang selalu seenaknya masuk kamar tanpa mengetuk pintu.

 'Krauk

Tanpa sedikitpun peduli akan protes yang dikeluarkan sang adik, Ryoga hanya mengangkat bahu dan menggigit jeruk kesukaannya. 

Mari meringis mendengar suara gigitan jeruk kakaknya, sejak kecil ia melihat Ryoga makan jeruk tapi tetap saja dirinya tidak terbiasa. Bagaimana bisa makan jeruk seperti makan apel? Apa kulitnya tidak pahit? 

Mari menghembuskan napas karena merasa protesnya hanya akan menjadi sia-sia belaka jika sudah berurusan dengan Echizen Ryoga, "Memangnya Abang punya cokelat?" dengan malas ia akhirnya bertanya. 

Ryoga menggeleng, "Kita beli dong," jawabnya pede. 

Mari ingin sekali melempar kakaknya ke rumah Ryoma, "Yeeee Mari kira Abang mau memberi Mari cokelat karena sebentar lagi valentine. Hih dasar pelit!" gadis berhelai hitam panjang ini menjulurkan lidah ke arah sang kakak, "Keluar dari kamarkuuuuuu!" Mari berdiri dari kursi dan mendorong tubuh kakaknya untuk keluar dari kamarnya.

"Ei, Mari. Tunggu-" 

Brak! 

Wednesday, 29 July 2020

Shocking! Second Brother Appears

"Echizen Ryoga?"

Mari yang tengah asyik menikmati makan siang bersama dua sahabatnya sejenak menoleh, menatap beberapa gadis yang berkerumun di sudut kantin dengan menyelidik. Jika telinganya tidak salah, ia benar-benar mendengar nama Echizen Ryoga tadi.

Tapi, apa benar yang mereka bicarakan itu Echizen Ryoga? Sebelah alisnya terangkat. Heran.

Tidak, tidak, tidak, tidak mungkin! Dari mana mereka mendengar nama itu? Ah pasti Mari salah dengar. Atau mereka salah bicara?

Lagipula, nama Echizen bukan nama yang bisa ditemukan dengan mudah di zaman sekarang. Dan sejauh yang ia tahu, hanya ada satu keluarga pemilik nama itu, yaitu keluarga Ryoma-kun. Dan juga—

"Ada apa?"

Mari terkesiap, pandangannya teralih dari sekumpulan gadis di pojokan dan kini tertuju ke mata hitam sang sahabat. Kaidou Kaoru. Pemuda yang sejak kecil sudah bersamanya, "Kaoru-chan?" gumamnya mendapati Kaidou memberikan tatapan khawatir.

"Kau dari tadi memperhatikan mereka, kenal?" tanya pemuda itu lagi, yang disambut gelengan kepala Mari. Jadi ia memperhatikan mereka toh? Padahal tak ada maksud seperti itu.

"Ne, Mari," suara pemuda lain—Momoshiro Takeshi—memanggil, memaksa Mari beralih menatapnya, pemuda enam belas tahun balas menatap sembari mengunyah makanannya, "Kau tidak suka makananmu kah? Dari tadi tidak dimakan, Sini biar aku saja yang memakan—"

Belum sempat Momo menyelesaikan ucapan, sebuah garpu sukses menancap di sela-sela jarinya, membuat sang pemuda berambut landak berjengit dan menarik tangannya, "Mari-chan kowaaaaaiii."

Mari tak peduli, ia menusuk sosis dan memakannya dengan lahap. Sepenuhnya mengabaikan cibiran Momoshiro. Dan mengabaikan gadis gadis dari kelas dua itu.

Ia pasti salah dengar.

One Piece © Eiichirou Oda

The Prince of Tennis © Konomi Takeshi

Shocking! Second Brother Appears © Mari-chan

Thursday, 13 July 2017

Family Time

"Bowling?"

Mari menghembuskan napas panjang seraya menumpu dagu dengan tangan kanan, kepalanya mengangguk tak bersemangat menyahut ucapan sang kakak yang duduk berseberangan darinya di sisi lain ruang keluarga.

"Itu untuk perayaan kemenangan Seigaku atas Josei Shonan dan keberhasilan menembus empat besar Turnamen Kanto," jawabnya lesu. Ia bahkan tak minat menyomot camilan kue cokelat buatan Thatch yang tersedia di atas meja.

"Bowling kah... asyiknya~" terdengar suara Sabo yang berucap semangat.

Mata gelap Mari melirik sinis kakaknya yang masih sibuk membaca selembar undangan buatan Oishi-senpai, sinar mata sang kakak berbinar cerah melihat nama olahraga kesukaan terpampang jelas dalam kertas undangan pemberiannya, "Tapi itu untuk anak Seigaku," ujarnya singkat.

Friday, 28 April 2017

Mrs. Ecstasy

Entah apa yang terjadi pada Fujisaki Mari di hari terakhirnya di Osaka sehingga gadis itu benar-benar menekuk wajahnya di sepanjang perjalanan pulang ke Tokyo. Iya, padahal pas pertama datang ke kota dengan dialek khas ini, dia begitu senang layaknya anak sd yang baru pertama kalinya berlibur.

Padahal anak itu kalau soal liburan tidak pernah ketinggalan, lihat saja keluarganya yang hampir setiap akhir pekan liburan ke tempat keluarga besarnya di bagian lain kota Tokyo.

Lalu, apa yang terjadi di hari terakhir itu sehingga mood-nya benar-benar buruk seperti ini?

Seluruh anak Seigaku bahkan tak ada yang berani bertanya, tak terkecuali Kaidou Kaoru yang hanya mendesis di kursinya.

Tuesday, 14 February 2017

Valentine's Day

Sebenarnya hari yang kata orang sangat spesial ini tidak ada spesialnya bagi Fujisaki Mari. Gadis kelas dua SMA Seishun bertubuh kecil ini bahkan tidak peduli sama sekali tentang hari valentine. Sama sekali tidak.

Tapi, ia menyukai hari valentine.

Sangat.

Bukan. Mari bukan tipe gadis yang menyukai valentine karena menunggu setahun untuk memberikan cokelat buatannya pada Law yang tampan itu. Uhuk.

Dan tolong digaris bawahi. Mari. Tidak. Bisa. Membuat. Kue.

Terima kasih pada Paman Thatch-y yang selalu memanjakannya dengan kue-kue lezat buatannya sehingga Mari pikir jika ingin makan kue lebih baik minta Thatch-y saja.

Oh iya, Mari juga terhitung anak yang tidak bersahabat dengan segala jenis camilan. Ia bisa memasak, bahkan jika diberi kebebasan menguasai dapur untuk menyediakan makan malam, Mari bisa memenuhi meja makan dengan masakannya... tapi dirinya sama sekali tidak bisa membuat kue atau apa pun yang berbahan dasar tepung.

Mari pernah mencoba membantu Thatch-y membuat roti tapi hasil adonannya malah bantet sedangkan adonan Thatch-y mengembang dengan sangat cantik.

Sejak saat itu Mari memutuskan bahwa membuat kue dan segala jenis camilan itu bukanlah bidangnya. Ia pun lebih memilih masak lauk yang jumlahnya sangat banyak dari pada membuat satu jenis kue.

Saturday, 10 September 2016

Mari's Bestfriend

"Hei, hei... lihat itu! Itu kan 'Kaoru-chan~' haha."

Sebuah suara seorang anak lelaki merasuk ke telinga Mari.

"Lagi-lagi dia memakai baju seperti itu, haha, dasar anak aneh!"

Suara tawa menyertai ucapan seorang lagi. Mari yang sedang berjalan santai bersama Kaoru menuju rumahnya, spontan menghentikan langkahnya dan bergegas menoleh ke arah suara-suara yang jelas-jelas membicarakan sahabatnya itu.

Sebenarnya Mari tidak tahu apa artinya sahabat, ia mendapat kata itu dari Sabo ketika Mari bercerita panjang lebar tentang Kaidou Kaoru. Dan kakaknya itu menyimpulkan bahwa Kaoru adalah sahabatnya. Alasan yang dikemukakan Sabo saat itu tidak begitu jelas bagi Mari, tapi apa pun itu, Mari senang menganggap Kaoru sebagai sahabatnya. Itu terdengar keren. 

Ah, lupakan itu dan fokus ke apa yang terjadi sekarang ini.

Mata hitam Mari berkilat menatap tiga anak lelaki yang usianya sedikit lebih dewasa dari mereka tengah tertawa puas seolah mereka baru saja sukses membuat lelucon yang bisa membuat dunia tertawa. Hah, mimpi saja sana. 

Demi apa pun, Mari ingin sekali melempar sepatunya ke wajah anak-anak menyebalkan itu.

Saturday, 13 August 2016

Tutor

Prince of Tennis by Konomi Takeshi 

One Piece by Eiichiro Oda 

Tutor by Mari-chan 


Inui Sadaharu.

Siapa yang tidak mengenalnya?

Pemuda tinggi dengan rambut jabrik seperti durian dan berkacamata kotak nyentrik itu adalah salah satu murid terpintar Seishun Gakuen.

Tidak hanya itu, Inui juga salah satu anggota reguler klub tenis Seigaku. Iya, yang juara nasional junior jepang itu, lho.

Kepintarannya di sekolah dan kehebatannya dalam dunia tenis itulah yang membuat pemuda jangkung ini populer di kalangan gadis-gadis.

Eeerr—Atau lebih tepatnya itu hanya berlaku untuk satu gadis?

Sunday, 12 June 2016

Fujisaki Mari

Suuuupp~

Jadi... saya menyadari bahwa trivia untuk oc kesayangan ini terlihat berantakan karena hidup di dua dunia (?) Dan akhirnya, saya memutuskan untuk menggabungkan dua dunia dari Mari menjadi satuuuu, lalalalala (kalo nyari postingan yang lalu, sudah Mari hapus semuanya, gomen *bungkuk-bungkuk*)

Iyap, Fujisaki Mari dari Tenipuri Universe digabung dengan Fujisaki Mari One Piece Universe, karena saya juga kangen nulis kebersamaan Mari dengan sahabatnya, Kaoru-chan dan Momo-chii, juga senpai-tachi-nya dia di Seigaku :D

Tapi Mari juga masih ingin nulis tentang Traffy dan keluarganya yang keren itu wkwkwkwkwk

Kayaknya pernah bikin ya yang sejenis ini, dua universe digabung... itu lho, yang Mari ngajak MomoKai ketemu Law, wkwkwkwk nah, kayak gitu sih konsepnya...

Maka diputuskanlah /GAYAMU/ dua universe itu disatukan jadi satu universe bernama Crossover #krik

Sunday, 24 April 2016

Hug


One Piece © Eiichiro Oda 

The Prince of Tennis © Konomi Takeshi 

Hug © Mari-chan 


Brak!!!

Suara pintu yang dibuka secara paksa membuat sekelompok remaja di ruang tamu rumah Mari menoleh. Tiga pasang mata berbeda warna menatap sosok pemuda berambut pirang yang baru saja membuka pintu dengan kasar itu.

"Sabo-nii?" Mari menggumam lirih memperhatikan sang kakak yang tidak seperti biasanya. Wajahnya yang biasanya tetap tenang meski dalam keadaan lelah itu tergantikan oleh raut wajah penuh emosi. Ia bahkan tidak mengucapkan 'Tadaima.' Pasti ada sesuatu yang terjadi?

Sabo yang sepertinya sedikit kaget karena kehadiran teman-teman Mari hanya bisa menatap satu persatu remaja yang ada di ruang tamunya itu, meski dengan tatapan kosong. Semenit kemudian, pemuda dua puluh tahun itu berjalan cepat meninggalkan Mari dan teman-temannya, menuju kamarnya di lantai dua. Tanpa mengatakan apapun.

"Mari? Ada apa dengan kakakmu?" tanya Momoshiro, mata ungunya masih mengarah ke tempat menghilangnya Sabo, pemuda jabrik itu terlihat heran dengan sikap Sabo barusan

"Sabo-san sepertinya ada masalah," tambah pemuda tujuh belas tahun itu.

"Entahlah, aku juga tidak tahu," balas sang tuan rumah. Ia khawatir kepada kakaknya dan ingin segera tahu apa yang terjadi, tapi ia jelas tidak bisa meninggalkan Kaoru dan Momo begitu saja. Apalagi mereka sedang belajar.

Wednesday, 2 September 2015

Meet My Personal Doctor

"Apa!"

Cengiran nampak menghiasi wajah Mari saat ia melihat sosok tetangganya yang juga menjabat sebagai sahabatnya, Kaidou Kaoru, yang baru saja keluar dari rumahnya. Mari yang memang sudah stand by di depan rumah sang sahabat jelas langsung berhadapan dengannya. Dan tak lupa Mari juga langsung mendapat bentakan super darinya. Ugh. 

"Ne, Kaoru-chan tidak sibuk 'kan? Hehehe," Mari bertanya dengan pelan dan mulai mendekati sang pemuda berbandana yang masih berdiri di depan pintu.

"Fshuuuu, memangnya kenapa?" Kaidou balik bertanya, ia menatap bosan sang gadis yang kali ini sudah berdiri tepat di sampingnya dengan masih nyengir tak jelas.

"Hari ini jadwalku check up, dan tidak ada yang menemaniku... Marco-jichan masih di kantor dan Sabo-nii ada acara dengan teman-temannya... Kaoru-chan kan tidak sibuk, temani aku yah, hehe."

Hening beberapa saat sebelum desisan dari Kaidou kembali terdengar, kali ini ia juga menggaruk kepalanya, sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu, "Aku sibuk, Mari," jawabnya.

Bola mata hitam milik Mari memicing mendengar jawaban sang sahabat dan lagi jika dilihat dari gelagatnya sih, sahabatnya itu seperti tengah menyembunyikan sesuatu.

"Hmmmm," Mari menatap sahabatnya dengan tatapan penuh kecurigaan.

"Jangan tatap aku seperti itu!" Bentak Kaidou. Bola mata gelapnya bergulir ke kanan dan kiri, enggan bertemu dengan bola mata hitam milik Mari.

"Sebentar... Kaoru-chan mau pergi yah? Eh? Ada janji dengan Momo-chii kah?" Tebak Mari sambil tersenyum jahil dan ia semakin menguarkan seringainya saat melihat Kaidou gelagapan di depannya.

"A-apa! Tidak kok! Aku hanya ingin jalan-jalan saja," elak Kaidou dengan cepat, ia menggelengkan kepalanya dan beralih menatap halaman rumahnya yang luas.

"Hoooo," gumam sang gadis, ia mengusap dagunya dan kembali menyeringai "jadi tidak ada janji dengan Momo yah? Hmmmm... ya sudah, pasti Momo tidak ada kerjaan, kalau begitu aku ajak Momo-chii saja deh," putusnya seenak jidat dan mulai berlari meninggalkan halaman rumah keluarga Kaidou.

"Heh, iya iya, aku temani!"

Smirk! 

Dalam hati Mari tertawa setan. Sahabatnya ini ternyata gampang sekali ditipu. Hahahahaha


Meet my personal doctor © Mari-chan  

Disclaimer 

Tenipuri © Konomi Takeshi 

One Piece © Eiichirou Oda 



"Kaoru-chan pernah bertemu dengan dokterku tidak?"

Gelengan kepala menjadi jawaban dari Kaidou atas pertanyaan dari Mari barusan dan itu menjadi alarm bagi Mari untuk melebarkan kedua matanya "HAH! BELUM PERNAH! MASA SIH????" Teriaknya heboh.

Kaidou mendesis dan mengabaikan protes dari Mari yang hampir membuat semua mata tertuju pada mereka, "Memangnya kenapa kalau aku belum pernah bertemu dengannya, hah?"

"Aneh."

Empat sudut berbentuk siku langsung nempel di jidat sebelah kiri dari Kaidou begitu mendengar satu kata itu, "Heh! Memangnya kau pernah mengenalkan dia padaku atau bagaimana, hah? Tidak kan? Sudah diam atau akan kutinggalkan kau sendiri!" Ancamnya dan mulai berjalan sedikit lebih cepat dari Mari.

"Mou, galaknyaaaa...." Mari mencibir, "Tapi... selama ini perasaan, aku sering bercerita padamu tentang dokterku, bahkan kau pernah bertemu dengannya kan saat ke rumahku?" ia lanjut ngoceh.

"Itu hanya perasaanmu, aku tidak tahu siapa doktermu, sudah diam!"

Kedua murid Seishun Gakuen ini akhirnya berjalan dalam diam menuju halte bus. Rumah sakit tempat Mari check up tidak begitu jauh tapi tetap saja mereka tidak mungkin ke sana dengan jalan kaki. Memangnya Kaidou mau mengambil resiko Mari pingsan di tengah jalan. Geh? Padahal dia mau menemui dokternya.

Bisa-bisa Kaidou kena sembur dokter pribadi Mari.


(~●ω●)~  ~(●ω●)~  ~(●ω●~) 


Tak sampai sepuluh menit akhirnya Mari dan Kaidou sampai di rumah sakit kota Seishun, Mari segera menuju ke tempat informasi dan menyeret tangan Kaidou untuk mengikutinya.

"Mari-chan? Tunggu sekitar lima belas menit lagi yah, Sensei sedang ada pasien," Yumiko dengan senyuman ramah memberi tahu Mari tentang jadwalnya check up. 

"Arigatou, Yumiko-nee," Mari membungkuk hormat ke arah petugas rumah sakit berwajah cantik itu dan kembali menyeret Kaidou untuk duduk di ruang tunggu.

"Hei, hei, kau dari tadi menyeretku ke sana dan sini, aku bisa jalan sendiri!"

"Aku takut Kaoru-chan tersesat!"

"Memangnya aku ini kau?"

"Apa katamu?"

"Fshuuuuu."


(~●ω●)~  ~(●ω●)~  ~(●ω●~) 


Kriiiiinnggg... 

Mari yang tengah duduk santai di ruang tunggu rumah sakit sedikit terperanjat saat ia mendengar suara ponsel dari seseorang berdering. Iapun menolehkan kepalanya dan memperhatikan Kaidou yang tengah menatap ponselnya dengan wajah aneh, "Dari siapa?" tanyanya.

Suara dari Mari sepertinya sukses menyentakkan Kaidou yang masih diam memperhatikan ponselnya. Buru-buru ia memasukkan kembali ponselnya itu ke saku celana dan beralih menatap Mari sembari menggelengkan kepalanya sok polos, "Bukan siapa-siapa," jawab Kaidou dan diakhiri desisannya.

Tapi Mari bukanlah sosok yang mudah dibohongi, apalagi dibohongi oleh seorang Kaidou Kaoru. Itu tidak pernah ada dalam kamusnya. Mari tahu benar sifat Kaidou, Kaidou itu tidak pandai berbohong! Jadi ia juga tahu kalau sahabatnya itu sedang menyembunyikan sesuatu.

Mari melirik jam di pergelangan tangannya, masih ada waktu sebelum ia menemui sang sensei, ia harus tahu apa yang disembunyikan oleh Kaidou. HARUS! 

Mari bertekad dalam hati.

Tak sampai dua menit, ponsel milik Kaidou kembali berdering dan lagi-lagi Kaidou tidak menjawab panggilan itu dan berniat kembali memasukkannya ke saku.

"Wah, telepon dari Momo-chii kah?" celetuk Mari dengan suara agak keras dan itu lagi-lagi membuat Kaidou terdiam. Wajah sang pemuda yang tadinya dipenuhi kegelisahan kini terlihat semakin mengkhawatirkan.

"A-apa! Bukan!" elak Kaidou, dan Mari berani bersumpah demi dokternya yang keren itu, Ia benar-benar melihat wajah Kaidou memerah. Serius???

"Coba sini hapemu!" pinta Mari, ia mati-matian menahan tawanya saat melihat ekspresi sang sahabat yang sangat jarang ia lihat itu. Tangan kecilnya terulur ke arah Kaidou, mengisyaratkan sang pemuda untuk memberikan apa yang ia minta.

"Hah? Sudah kubilang bukan si Idiot itu yang menelepon!" dan Kaidou pun masih mencoba mempertahankan ponselnya.

"Aku akan minta maaf pada siapapun yang meneleponmu karena kau membatalkan janji dengannya karena menemaniku, apa itu salah? Sudah berikan!" gadis tiga belas tahun ini semakin memaksa dan memberikan tatapan maut ke arah Kaidou. Tumben ia bisa seperti ini?

"Ti--"

Kriiiiinnngg! 

Dan ucapan Kaidou terhenti saat sang ponsel kembali berdering untuk ke tiga kalinya. Seringai Mari semakin mengembang saat Kaidou mengambil ponselnya dari saku dan tanpa basi-basi, Mari pun menyambar ponsel berwarna hitam milik Kaidou.

"Hei--"

"Sssssst, ini rumah sakit, dilarang berteriak, Kaoru-chan... jadi kau diam saja! Oke?"

"......."


(~●ω●)~  ~(●ω●)~  ~(●ω●~) 



Mari cengengesan tak jelas melihat nama yang tertera pada layar hape milik Kaidou, di situ tertulis jelas siapa yang menelepon pemuda berbandana ini, meskipun nama yang terpasang di situ adalah "Idiot" tapi Mari paham seribu persen siapa yang dimaksud Idiot oleh Kaidou itu. HAHAHAHA

Piip! 

Pelan-pelan Mari menempelkan ponsel Kaidou ke telinganya, "Moshi-mo--" 

"MAMUSHI NO BAKA! KAU KE MANA SAJA HAH! BUKANKAH KITA ADA LATIHAN DOUBLES MELAWAN KAMIO DAN IBU, KENAPA KAU KABUR, SIAL!!!!!" 

Mari langsung menjauhkan sang ponsel dari telinganya saat suara seseorang dari seberang sana terdengar luar biasa marahnya. Aduh! Sekarang ia paham betul kenapa sahabatnya enggan mengangkat telepon dari makhlu bodoh itu. Ia berharap telinganya masih normal sejak ia mendengar teman sekelasnya itu berteriak tepat di telinga kanannya barusan.

Kaidou yang duduk di sampingnya mendesis pelan.

Setelah mengumpulkan kesadaran akibat serangan maut suara milik Momoshiro, akhirnya Mari kembali nenempelkan ponselnya ke telinga dan ia mendengar suara di seberang tengah ngos-ngosan. Oh, sepertinya dia marah sekali.

Eh? Sebentar, bukankah itu berarti, Kaoru-chan ada janji dengan Momo? Ooooohhh... Mari mengangguk-angguk tak jelas dan tersenyum sumringah, yah, padahal tadi dia sempat berniat menggampar Momo sih karena membuat telinganya hampir budek mendadak.

"Momo-chii, kah?" ucap Mari dengan pelan.

"....." suara di seberang telepon mendadak lenyap.

"Are? Momo-chii... halooooo..." panggil Mari lagi, kali ini dengan suara yang lebih nyaring.

"Ma-mari? Hah? Mari? Ini hape Kaidou kan? Kenapa ada padamu!" cengiran menghiasi wajah sang gadis saat mendengar suara Momo yang juga gelagapan, "hahaha, Kaoru-chan ada di rumah sakit bersamaku," jawabnya.

"Rumah sakit? Hah? Mamushi sakit? Jangan bercanda! Mana mungkin ular jejadian itu sakit, hahaha!" 

Mari mendelik mendengar kalimat super enteng dari Momo tapi mendengar itu juga, Mari jadi punya ide yang cukup bagus untuk mengerjai makhluk jabrik itu. HAHAHAHAHA

"Ne, Ahou! Kaoru-chan juga manusia! Semua manusia bisa sakit, kau tahu, tadi dia mengalami musibah saat akan pergi entah ke mana--" Mari menoleh ke arah Kaidou yang sudah mendelik tak karuan di sampingnya, mungkin Kaidou mencoba protes akan kebohongan dari Mari. Tapi Mari juga memberi kode untuk sahabatnya itu agar diam saja dan duduk manis di sampingnya.

"...." 

Setelah sibuk menenangkan sahabat ularnya, Mari kembali fokus ke Momo dan ia sedikit terhenyak saat suara di seberang telepon tidak terdengar lagi, "Momo-chii, kau masih di sana?" Tanyanya penasaran.

"....... A-aah." 

Smirk! 

Mendengar suara Momo yang seperti itu membuat Mari menyeringai. Entah berapa kali Mari menyeringai hari ini, ia benar-benar tidak menyangka akan semenyenangkan ini mengerjai Momoshiro, "Ne, jadi Kaoru-chan mau pergi menemuimu yah, uh... kasihan Kaoru-chan-ku yang malang, sensei belum keluar dari ruangannya, apa kau tidak khawatir padanya, Momo-chii?" 

"...." 

"Sensei mungkin akan menemuiku 10 menit lagi--"

Tuuuuut! 

"Are? Putus," guman Mari sok cuek, ia meringis dan mengembalikan ponsel Kaidou yang sudah berwajah merah padam di sampingnya.

"Kau!" Kaidou mendesis menahan marah--atau malu--entahlah, ia tidak paham. Yang jelas raut wajah Kaidou saat ini terlihat mengerikan. Ugh, gawat, aku bermain-main dengan ular berbisa! Matilah aku! 


(~●ω●)~  ~(●ω●)~  ~(●ω●~) 


"Ja-jangan marah dong, Kaoru-chan, HEHEHE," Mari perlahan mundur dari duduknya saat Kaidou mulai melemaskan jari-jarinya dan mendekatinya. SIAL APAKAH DIA AKAN MENJITAKKU? ATAU MENJEWERKU? AAAA MARCO-JICHAAAAAN! 

"Kau ini--"

"Ne, ne, memangnya kau tidak penasaran yah, Momo-chii beneran datang ke sini apa tidak? Kalau Momo-chii benar-benar menganggapmu sebagai seseorang yang penting, dia pasti akan sampai di sini kurang dari--" Mari melirik jam tangan birunya dan mengguman pelan "7 menit," lanjutnya, ia masih mencoba mengulur waktu sebelum sahabatnya itu membunuhnya.

"Memangnya aku peduli, hah?" Kaidou seakan tak termakan rayuan dari Mari dan ia terlihat semakin marah. GAWAT! 

"Ne ne ne, mau taruhan tidak, kalau Momo-chii datang ke sini kurang dari tujuh menit, Kaoru-chan harus memaafkanku, HEHEHEHE," dan ucapan Mari semakin ngaco saja.

"SIAPA PEDULI PADA SI IDIOT ITU, HAH!" Kaidou mulai mengarahkan tangannya untuk menjitak kepala Mari atau apapun itu, Mari benar-benar tidak siap menerimanya, ia menutup kedua matanya dan berteriak takut.

"AAAAAAA ADA MONSTER--"

"Mari--"

"MARI!"

Dua panggilan dari dua suara tapi memanggil satu nama itu sukses menghentikan aksi Kaidou Kaoru yang berniat melakukan apapunlah itu kepada Mari. Dalam hati Mari bersyukur dirinya masih selamat.

Lha suara tadi? 

Gadis ini perlahan membuka matanya dan melihat sekeliling, senyumnya mengembang begitu melihat dua sosok yang sangat ia kenali, "Traffy!" Ia berseru saat melihat dokter pribadinya yang sudah berdiri santai di depan ruangannya.

Dan setelah itu, Mari menolehkan kepala ke sisi lain dari tempatnya duduk dan ia tersenyum lebar menatap sosok yang baru saja sampai di rumah sakit dengan ngos-ngosan, "Momo-chii!" pekiknya semangat dan ia menjulurkan lidahnya ke arah Kaidou yang hanya bisa mematung di tempat duduknya.

"He? Mamushi?" Mari mendengar dengan jelas gumaman dari Momoshiro saat melihat Kaidou yang dalam keadaan baik-baik saja, "Mari, kau mengerjaiku!" katanya geram.

"Ahahahaha... sudahlah, Momo-chii," siswi Seishun Gakuen berjalan dengan langkah super ringan ke arah Momo dan menarik lengannya guna mengajak sang pemuda ikut bergabung dengannya dan Kaidou. INI AKAN MENYENANGKAN! HAHAHAHA 

"Nani!" 

"Traffy! Bolehkah mereka ikut masuk?"


(~●ω●)~  ~(●ω●)~  ~(●ω●~) 


"Bagus, semuanya bagus, Mari tidak bandel, dosis obatnya akan aku kurangi."

Mari meringis mendengar ucapan dokternya setelah selesai memeriksa dirinya. Akhir-akhir ini ia memang tidak bandel sih, ia selalu menurut kata Ojisan-nya, makanya hasil pemeriksaan kali ini memuaskan dan yang lebih menyenangkan, dosis obatnya akan dikurangi. Bagus! 

Tuk! Tuk! 

"Hn?" Tarikan pelan pada lengan bajunya membuat Mari menoleh dan ia melihat salah satu sahabatnya tengah menatap dokternya tanpa berkedip, "...ada apa, Momo?" Tanyanya.

"Ne, Mari, itu doktermu? Yang benar saja?" Bisik Momo sangat pelan, ia mencoba sepelan mungkin agar manusia yang tengah mencoret-coret resep obat dari Mari itu tak mendengarnya.

"He? Iya, dia dokterku, memangnya kenapa?" Dengan polosnya Mari kembali bertanya.

"Kau gila ya, jadi selama ini dia yang merawatmu kalau sakit? Dia? Kau ini... lihat saja penampilannya, siapa yang percaya kalau dia dokter? Penampilannya mengerikan!" Ujar Momoshiro. Agak tidak sopan memang.

"Hmmm, Law-sensei tidak mengerikan kok," gumam Mari agak sedikit keras dan itu membuat sang dokter beralih menatap murid Seigaku itu.

"Baka! Dia dengar!" Pekik Momo, ia menjitak pelan kepala Mari.

"ITTAI!" dan sudah jelas Mari balas menjitak kepala Momo.

"Hentikan, baka!" Bentak Kaidou yang sedari tadi diam di tempat duduknya, ia jengkel juga ternyata karena dua makhluk di sampingnya itu tidak bisa diam barang sedetik. Dan ia juga kesal ternyata dokter yang dimaksud Mari adalah Trafalgar Law.

Kalau Law sih Kaidou sering bertemu dengannya. Ternyata Law itu dokter? Dia dokter? Tapi penampilannya tidak meyakinkan sebagai seorang dokter.

"Hmmmm, jadi, siapa yang mengerikan, hmm??" Dokter bernama lengkap Trafalgar Law itu bertanya seraya menyeringai menatap Mari dan kedua sahabatnya.

Aku merasakan perasaan aneh.


(~●ω●)~  ~(●ω●)~  ~(●ω●~) 


"Namaku adalah Trafalgar Law, dan iya aku seorang dokter, dokter ahli penyakit dalam dan dokter bedah," jelas Law masih dengan seringainya, "lalu, kalian berdua?" ia melirik teman-teman Mari dan alisnya terangkat saat mata gelapnya melihat sosok Kaidou, "....Kaidou Kaoru?" gumamnya.

Kaidou hanya mendesis dan membuang muka.

"..." Momoshiro masih mematung di depan meja dokter yang barusan memperkenalkan diri itu.

'Orang bodoh mana yang akan percaya kalau manusia penuh tato dan pakai tindik di telinga itu adalah dokter.' teriaknya dalam hati, dan ia lebih heran lagi menyadari bahwa dokter itu mengenal Mamushi.

Dan.... Itu juga yang Mari tebak dari ekspresi Momo saat ia memperhatikannya. Iya juga sih, kalau dipikir, dokternya memang nyentrik, ia punya tindik di telinganya, dan tangannya juga penuh tato? O.O

Sudah begitu, tato di tangannya juga seram, D.E.A.T.H. Eeerrr--agak membuat merinding juga ternyata dokternya ini.

"Se-seigaku ninen, Mo-momoshiro Takeshi desu."

"Seigaku ninen, Kaidou Kaoru, tapi sepertinya kau sudah mengenalku, Law-san."

Law menyeringai, "Kau teman sekelas Mari?"

"Traffy sudah mengenal Kaoru-chan, kan... dan Momo-chii ini juga sahabatku..." potong Mari. Ia menggaruk kepalanya yang tak gatal.

"Oh, itu?"

Mendengar gumaman dokter seram itu yang seolah mengerti sekali tentang cerita mereka berdua, Momoshiro dan Kaidou pun menghujani Mari dengan tatapan 'apa maksudnya itu, heh!' Tapi Mari seolah cuek dan malah kembali fokus ke sang dokter.

"Anoo, sebenarnya yah, Traffy, mereka ini penasaran," ucap Mari sambil menunjuk ke dua sahabatnya yang hanya bisa mendelik galak ke arahnya, "kenapa Traffy punya tato? Bukankah dokter itu pekerjaan yang sangat baik, tapi tato itu membuatmu terlihat seperti yakuza, ya kan, minna?" lanjutnya terlalu jujur, Ia tersenyum sok manis ke arah dua sahabatnya dan juga dokternya.

"Apa maksud kalimatmu itu, baka!" Kaidou dan Momoshiro memprotes bersamaan dan itu membuat Mari tertawa dan bertepuk tangan.

"Sasuga Rival Pair, kalian memang kompak! Hahahaha," gadis ini berteriak dengan penuh semangat. Serius minta digampar ya dia?

"Mari!!!"

"Oh, tato ini?"

Niat Kaidou dan Momoshiro untuk menjitak kepala Mari kembali terhenti saat mendengar gumaman seseorang dan itu adalah gumaman dari dokter Mari.

Sekarang Kaidou paham kenapa Mari sangat menyukai dokternya, dokter menyeramkan ini sering sekali menyelamatkan Mari dari penganiayaan yang akan dilakukan oleh orang-orang di sekelilingnya.

Oke, terlalu berlebihan memang.


(~●ω●)~  ~(●ω●)~  ~(●ω●~) 


"Aku membuat tato di tanganku sejak masuk fakultas kedokteran, mereka sempat menolakku tapi melihat prestasiku yang jauh di atas mahasiswa lain, mereka akhirnya mengalah, aku ini jenius," ujar Law-sensei dengan nada serius dan sedikit narsis.

"Jenius? Kenapa meragukan sih?" Mari menggumam dan sebuah kaki sukses menginjak kaki kecilnya "Hoi! Sakit!" Ia menggeram menatap Momoshiro yang barusan menginjaknya.

"Ahou! Diam deh!"

Mari menggembungkan pipinya kesal dan kembali menatap sang sensei, "Benarkah Traffy jenius? Palingan kalah sama Marco-jichan?" Celetuknya.

"Kalau aku tidak pintar, bagaimana bisa aku jadi dokter, hah! Lagipula kalau soal matematika, aku ratusan kali lebih pintar daripada Mari. Dan jangan samakan aku dengan Marco-ya, dasar bodoh."

JLEB!

Mari manyun seketika mendengar ucapan sang sensei. 

"Ppppfffftt," sementara Kaidou langsung menutup mulutnya dengan tangan saat mendengar celetukan dokter dari Mari itu, sedangkan satu orang lagi--

"HAHAHAHAHA, SENSEI, KAU BENAR SEKALI! Mari itu bodoh sekali dalam hal matematika, hahahaha--ittai!" Momoshiro langsung berhenti tertawa saat Mari mencubit pipinya dengan sangat keras, air mata juga mengalir dari matanya, "Mari, kau jahat sekali."

"Menyebalkan! Aku tidak bodoh tahu! Aku hanya kurang pintar dalam hal menghitung, caramu tertawa itu menyebalkan, Baka!" Dengus Mari, ia melipat tangannya di depan dada dengan bibir yang masih manyun.

"Kaoru-chan juga mau tertawa kan, padahal kau juga sama bodohnya dalam hal matematika!"

"Nani! Aku tidak bodoh!"

"Inui-senpai mengatakan nilai ulanganmu kemarin 4,1!"

"Lebih baik daripada nilaimu yang 3,2! Sabo-san menceritakannya padaku kemarin!"

"Nani!" 

"Kalian berdua itu sama-sama bodoh!"

"DIAM KAU! KAU YANG PALING BODOH DI ANTARA KAMI!"

Law hanya bisa sweatdrop melihat kelakuan pasien kesayangannya dan teman-temannya. Ia sering melihat Mari berdebat dengan Kaidou, tapi ia tidak menyangka dengan bertambahnya Momoshiro, trio ini menjadi trio yang sangat berisik.

Tapi kemudian, dokter tampan ini teringat teman-temannya dulu, Luffy dan lainnya yang tak kalah hebohnya dari tiga orang ini, ternyata di mana-mana yang namanya makhluk berisik itu ada. Law membatin pasrah.

"Sudah sore, kalian tidak pulang?" Ucap Law, sebenarnya dia berniat mengantar Mari pulang, tapi Mari sedang bersama dua sahabatnya, pasti akan terlihat aneh jika Law hanya mengajak Mari.

Dan lagi, bisa-bisa dua sahabatnya itu mengatakan hal-hal lain kepada Marco-ya, ia bisa berada dalam masalah.

"EH? EEEEEHHHHH???"

BAKA! 

(~●ω●)~  ~(●ω●)~  ~(●ω●~) 


"Aku heran kenapa Law-sensei bisa jadi dokter dan jadi dokter kesayanganmu pula!" Momoshiro bertanya kepada Mari dengan nada heran setelah mereka bertiga keluar dari rumah sakit dan kali ini tengah berjalan menuju rumah Mari. Iya, sudah pasti dia sedang mengantar Mari pulang.

"Soalnya dia keren! Agak galak sih tapi sebenarnya beliau baik! Iya, seperti Kaoru-chan, hehehe," jawab sang gadis, mata hitamnya berkilat entah karena apa dan ia juga meringis kaku ke arah Kaidou.

"Che!" Respon Kaidou singkat. Ah, tsundere, pasti dalam hati ia senang dipuji oleh Mari. Siapa lagi yang mau memujinya kecuali sahabat gadisnya ini? Eh?

"Seperti siapa?" Momoshiro berteriak tak terima sebelum kemudian tertawa mengejek, "HAHAHAHA JANGAN MEMBUATKU TERTAWA! Mamushi baik dari mananya?" katanya di sela tawanya yang terdengar menjengkelkan.

"Fshuuuuu, apa katamu!" Kaidou yang sepertinya tak terima akan ucapan Momoshiro pun mulai terpancing. Ia mendekati Momoshiro dan menyiapkan tangan kanannya untuk memberi hadiah pada pemuda jabrik itu.

"Ah, dasar tsundere," potong Mari, ia berjalan mendekati keduanya dan menjauhkan Kaidou dari Momoshiro, "kalau ada Kaoru-chan kau selalu mencari masalah tapi saat dia tidak ada kau khawatir setengah mati, khukhukhu," katanya jahil.

"A-apa katamu! Siapa yang khawatir pada si bodoh itu, hah!" Momoshiro menunjuk Kaidou dengan emosi, wajahnya juga terlihat merah. Hmmm, entah itu merah karena marah atau blushing? 

"Siapa yah???" Mari menolehkan kepalanya ke arah Kaidou yang sudah memalingkan wajah darinya, siswi kelas dua ini tersenyuk lucu melihatnya sebelum kemudian berjalan pelan meninggalkan kedua sahabatnya, "Aaaahh... aku baru ingat, saat aku mengatakan Kaoru-chan mengalami masalah, kau langsung berlari dari street tennis dan langsung menuju rumah sakit untuk melihat keadaannya kan? KYAAAAAAAA... MOMO-CHII KAWAAAIII~ Padahal musibah yang dia alami adalah aku yang menyeretnya ke rumah sakit sehingga ia gagal menemuimu. Itu musibah kan yah?"

"....." Momoshiro pun sukses mematung.

"....." dan hal yang sama juga terjadi pada Kaidou.

Momoshiro menggelengkan kepalanya dan menepuk kedua pipinya lucu sebelum kembali mencoba protes ke Mari, "Heh, itu karena kau bilang--" dan kalimatnya terhenti saat ia mengingat sesuatu, "MARIIIIII.... KAU BENAR-BENAR MENYEBALKAN! KAU MENIPUKU!"

"Salah sendiri mau ditipu, hehehe," celetuk Mari sambil menjulurkan lidahnya ke arah Momoshiro yang terlihat semakin merah padam. Dan gadis ini segera mengambil langkah seribu untuk menjauhi Momo yang siap ngamuk kapan saja.

"KAAAAAAUUUU..... JANGAN LARI KAU, HEEEEEEIII!!!"

Kaidou mendesis melihat Mari yang berlari menjauh dari Momoshiro dan Momoshiro yang berteriak mengerjarnya, "Dasar, seperti anak kecil saja!" gumamnya, tapi sedetik kemudian ia tersenyum saat ia mengingat semua ucapan Mari tadi, "Idiot."

Ah dasar pemuda satu ini. Bilang saja ia senang karena Momoshiro mengkhawatirkannya. LOL


The End! 


WAHAAAAAAAA RAMPUNG WOI! RAMPUUUNNGG!!!!!

ADA YAH! LAW JADI DOKTERNYA MARI DAN KETEMU SAMA MOMOKAI! HAHAHAHAHA INDAHNYA DUNIA IMAJINASIKU! #digaplok

Aiihh... Momo-chii manis banget sih aaaahh... khawatir sama Kaoru-chan sampe sebegitunyaaaaa... yhaaaa... HAHAHAHA SASUGA OTP SAYA!!!! Padahal belum dijelasin sama Mari musibahnya apaan, tapi dia langsung ke rumah sakit begitu. HAHAHAHAHAHA ADORABLE BANGET SIH >/////< *banting* #WOI
MomoKai 
Ugh... ugh... ugh... entah mau ngomong apa lagi... makasih buat yang udah baca...

TUMBEN A/N NYA KAYAK GINI DOANG, BIASANYA DIA BERISIK!!! #EH

Sudah gitu doang lah... bye byee~

Friday, 31 July 2015

Matematika

Mari mendelik melihat hasil ulangan matematika yang baru saja dibagikan oleh Yamada-sensei padanya. Ia melihat dan meneliti dengan seksama nilai di pojok kanan atas kertas ulangannya.

3,2

Angka yang sangat. Sangat. Sangat. Buruk.

Perasaan ia sudah belajar deh kemarin, tapi kenapa hasilnya tetap se--seperti itu. 

Gadis ini menghela nafas pasrah. Sudahlah memang nasibnya yang sangat lemah dalam hal matematika.

Ya, tapi meskipun lemah, tetap saja nilai seperti ini sangat jauh dari perkiraannya.

Untungnya kelas sudah kosong karena anak-anak lain sibuk dengan urusan masing-masing. Jadi gadis ini bisa bergalau ria di dalam kelas sendirian. Maklum saja, ini kan jam makan siang. Tapi meskipun sudah waktunya makan, gadis yang sangat menggemari coklat ini tidak punya nafsu makan sama sekali.

Semuanya terasa pahit sekarang. Salahkan nilai matematikanya yang anjlok!

Mari menempelkan keningnya ke mejanya yang dingin. Mungkin dinginnya meja bisa mendinginkan isi kepalanya juga. Entah kenapa, kepalanya terasa panas sekarang. Sial, apa yang harus ia lakukan?

"Yo!"

Tepukan pelan mendarat di kepala Mari dan itu sedikit membuatnya meringis karena tanpa sengaja tadi kepalanya juga menghantam meja meskipun tidak begitu keras. Mata hitamnya pun bertemu dengan mata ungu milik seseorang yang barusan menginterupsinya.

Atau yang barusan menjedugkan kepalanya ke meja. Payah! 

"Apa!" Mari menjawab ketus sembari menolehkan kepalanya, ia menatap salah satu sahabatnya yang tengah nyengir lebar di depannya dengan pandangan kesal. Mood-nya benar-benar sedang tidak bagus saat ini.

"Lihat, lihat, nilai ulanganku!" sebuah kertas putih menjadi pemandangan Mari kali ini, pasalnya si bodoh Momoshiro yang tadi nyengir tak jelas itu kini tengah memamerkan hasil ulangannya ke depan wajahnya. Menyebalkan! 

Tak ada pilihan lain, mata gelap milik Mari akhirnya dipaksa untuk menjelajah kertas ulangan milik Momoshiro, sampai akhirnya matanya melihat dua buah angka di pojok kanan atas kertas itu.

9.0

........

Mari mengerjapkan matanya berkali-kali untuk memfokuskan pandangan, mungkin saja ia salah lihat karena mood jeleknya. Ia mengucek matanya sekali lagi tapi angka itu masih sama.

Apa maksudnya ini? 

Tangan kecil gadis inipun segera menyambar kertas di depannya dan meneliti kertas itu sekali lagi, dan setelah puas melihat kertas yang sama jenisnya dengan miliknya tadi, ia beralih menatap Momoshiro dengan tatapan tidak percaya.

"Hebat kan? Nilaiku tertinggi ke dua setelah Kaichou!" pemuda jabrik itu berucap bangga.

Kepala Mari seakan tertimpa batu berukuran sangat besar saat mendengar ucapan Momoshiro bahwa nilainya terbaik ke dua setelah Kaichou mereka. Hah? Yang benar saja? Ada apa dengan dunia ini?

Mari benar-benar tidak habis pikir, bagaimana mungkin, ia kalah dari Momoshiro!

Duk! Duk!

Suara benturan kepala dan meja terdengar berkali-kali di dalam kelas 2-8 yang sepi. Tentu saja itu adalah kepala milik Mari, ia mengutuk kinerja otaknya yang tiba-tiba melambat jika itu sudah menyangkut matematika. Ia merasa sangat bodoh sekarang, bodoh, bodoh, bodooohh!

"He? Kau kenapa, Mari? Berapa nilai matematikamu?"

Mendengar pertanyaan super polos dari teman sekelasnya itu membuat Mari seakan tersambar petir di siang bolong, ia segera berdiri dari kursinya dan mengambil kertas ulangannya yang masih tergeletak manis di meja, beruntung baginya Momoshiro tidak melihat hasil ulangannya.

"Hehehehe," cengiran lebar kali ini berpindah dari wajah Momoshiro dan sekarang menghiasi wajah sang gadis yang tadinya lesu tidak karuan, "A-aku ada janji dengan Kaoru-chan, hahaha, jaa, Momo-chii~" Mari pun mengambil langkah seribu dan meninggalkan Momoshiro yang entah berekspresi seperti apa.

Disclaimer © Konomi Takeshi 

Matematika © Mari-chan 


"USOOOOOOO, INI NILAI TERBURUK SELAMA AKU SEKOLAH, bagaimana caranya memberitahu Marco-jichaaan, aku pasti dimarahiiii," Mari mengacak helaian hitamnya, raut wajahnya kembali kusut dan sangat tidak enak dilihat oleh siapapun.

Ia mendudukkan diri di atap sekolah yang kosong, yah, ia bohong saat mengatakan ada janji dengan Kaidou dan malah berlari menuju atap. Ia jelas tidak bisa menemui sahabatnya itu sekarang, apalagi dalam keadaan seperti ini. Kaidou pasti akan tahu kalau ada sesuatu yang tidak beres dengan dirinya. Dan jelas ia tidak mau Kaidou tahu kalau nilai matematikanya jelek. Itu. Buruk! 

Mari menghela nafas pasrah dan menenggelamkan wajahnya ke lutut yang ia tekuk, tangan mungilnya masih erat menggenggam kertas maut itu, "Bahkan nilai Momo lebih bagus dari ini, aaaaaa--"

Sret! 

"Are?" dan teriakannya spontan terhenti saat merasakan seseorang merebut kertas ulangannya. GAWAT! Lagipula, siapa yang berada di atas atap ini? Bukankah tadi ia hanya sendirian?

"3.2, nilai yang sangat tidak pantas disebut nilai, kau tahu itu, Mari?"

Glek!

Gawat, gawat, gawat! Mari menelan ludahnya gugup saat ia mendengar suara itu. Ia tahu benar siapa pemilik suara itu, suara berat dan datar dan kaku, hanya ada satu orang pemilik suara jenis ini di Seigaku dan dia adalah--

"Kau mau menjelaskan sesuatu padaku, Mari?"

Perlahan namun pasti, gadis yang sangat mengidolakan ojisannya ini mengangkat kepalanya dan mata hitamnya pun melebar saat seseorang yang menginterupsi kegalauannya sudah berjongkok di depannya. Wajah pemuda itu tepat berada di depan wajah Mari.

"Gyaaaaaaaa!" sebuah teriakan dan dorongan kuat berhasil menjauhkan sekaligus menjatuhkan sang pemuda dari hadapan gadis kelas dua itu.

Tuk!

"Ittai!" Mari mengusap keningnya saat pemuda yang tadi sempat jatuh itu bergegas bangun dan menyentil keningnya yang tertutup poni tebal "Inui-senpai, kau mengagetkanku!" bentaknya.
"Kau mendorongku sampai aku jatuh dan berteriak di depanku, seperti melihat hantu saja," Inui berucap kalem dan lanjut mengamati hasil kertas ulangan milik sang kouhai.

Habisnya kau memang mirip setan sih. Batin Mari sweatdrop.

"Dari 20 soal ini hanya 3 yang benar, kau yakin sudah belajar?"

JEDEEERRR!

Mari merasakan sebuah batu yang entah berasal dari mana kembali menjatuhi kepalanya. Aw!

"Bahkan nilai Kaidou lebih bagus daripada ini, yah tidak juga sih, nilai Kaidou untuk ulangan tadi adalah 4,1 kalian sama saja ternyata."

Satu batu lagi sukses jatuh ke kepala sang gadis.

"Sepertinya aku harus memberimu les pribadi untuk urusan matematika ini, kau setuju?"

......

Mari sudah tidak tahu ada berapa banyak batu yang menjatuhi kepalanya, batu-batu tidak bertanggung jawab itu juga sukses membuatnya eror, diajari matematika oleh Inui-senpai itu lebih horor daripada diajak maraton oleh Kaoru-chan.

"Anoo, Inui-senpai, bagaimana dengan Kaoru-chan, nilainya kan jelek juga, kenapa senpai tidak mengajarinya saja?" Mari berusaha menolak secara halus tapi melihat ekspresi sang senpai yang masih kaku, sepertinya kata-katanya tidak berefek.

"Kaidou? Ah, sudah ada yang mau mengajarinya, kau tidak perlu khawatir, aku mau mengajarimu karena kau membuatku khawatir dengan kemampuan berhitungmu."

Sama sekali. Tidak berefek. 

"Sepulang sekolah, datang ke kelas 3-1"

......

Marco-jichaaaan... 

〜(^∇^〜) (〜^∇^)〜 


"Ibu pergi ke pasar dan membelanjakan seperlima dari uangnya. Setelah itu membelanjakan lagi lima per delapan dari sisa uangnya. Sekarang sisa uangnya Rp. 12.000. Berapa uangnya mula-mula?" 

"Obaasan, lain kali sebelum belanja, dihitung dulu uangnya, kan aku tidak perlu repot-repot menghitungnya lagi."

Tuk!

Sebuah pulpen menghantam kepala gadis bertubuh kecil ini "Ittai!" dan ia membentak sang pelaku yang masih tetap memasang wajah datar di depannya. Padahal ia baru saja memukul kepala Mari, tapi masih sok cuek. Menyebalkan! 

"Kau ini, bukan seperti itu, ini soal cerita, cepat kerjakan!" Inui yang kali ini menjabat sebagai seorang sensei berucap tegas dengan masih mencatat sesuatu dalam bukunya.

"Mou, maksud soalnya apa sih, kenapa harus ada seperempat-seperempatnya segala, dan lagi, Inui-senpai kan tahu aku tinggal bersama Marco-ji, mana aku tahu bagaimana cara seorang ibu belanja. Apalagi dengan model seperti ini! Selain merepotkan, juga membuat pusing!"

"....." Inui membenarkan kacamatanya yang mendadak miring saat mendengar protes dari Mari, "Kau tahu, Mari, kau ternyata lebih mengkhawatirkan daripada Kaidou."

Mari menggembungkan pipinya, iya sih, dirinya dan Kaidou itu sama-sama bodoh dalam hal matematika, tapi mungkin dirinya ini level bodohnya sudah di bagian paling bawah, ibarat panci, Mari ini adalah keraknya. Oke melenceng. 

"Mau kuganti soalnya?" tawar Inui, ia membuka buku catatannya dan mulai memilah dan memilih data di dalamnya.

"I-iie, tidak usah, hahahaha," sergah Mari sebelum senpai kesayangan memberikan soal yang lebih tidak masuk akal lagi.

"Ya sudah, kerjakan."

Bagaimana mau mengerjakan kalau maksud soalnya saja Mari tidak paham sama sekali. Aduuuhh, soal saja tidak paham, bagaimana jawabannya? Ia mengacak rambutnya frustasi.

"Sepertinya kau kesulitan."

Urusai! 

Itulah yang Mari teriakkan di dalam pikirannya. Ah, bagaimana ini?

"Oh iya, tadi pagi aku membuat minuman yang bagus untuk otak, Mari mau mencobanya?"

.....

Plis, soal satu ini sudah horor dan makhluk di depannya ini masih saja menambah kehororannya dengan jus buatannya, siapapun tolong aku! 

"Ini jus spesial--"

"Mooouuu, mau itu spesial atau tidak spesial, aku tetap tidak mau mencoba apapun minuman yang dibuat oleh Inui-senpai, sekarang diam dan ijinkan aku menulis jawabannya!"

Inui hanya bisa diam mendengar protes sang kouhai yang sepertinya benar-benar tidak mau mencicipi jus barunya, padahal kan jus buatannya itu tidak enak "Jangan menyesal--"

"Yang ada, aku malah akan menyesal kalau minum jus milik Inui-senpai, sudah diam!"

"Ehm!"

〜(^∇^〜) (〜^∇^)〜 

Sepuluh menit berlalu, Inui melirik kertas jawaban yang ia berikan kepada Mari dan ia hanya menggeleng pasrah, kertas itu bukannya berisi jawaban tapi berisi gambar cacing, atau ular? Atau ulat? Atau malah benang ruwet.

Uhuk! 

Seumur-umur baru kali ini Inui memiliki kouhai yang seperti gadis ini. Kelemahannya dalam matematika sudah tidak ada tandingannya lagi. Dia sudah paling parah.

Sret!

Dengan pelan Inui mengambil kertas yang tadi ia berikan kepada Mari dan menghela nafas panjang, "Ini apa?" tanyanya.

Cengiran kembali menghiasi wajah Mari, "Menurut Inui-senpai, itu apa?" ia malah balik bertanya seraya menatap senpai-nya dengan tatapan semelas-melasnya.

"Gambarmu itu abstrak, mana kutahu kau menggambar apa," Inui yang sepertinya mulai emosi tidak terpengaruh sedikitpun tatapan memelas yang dipasang oleh Mari. Mungkin kalau Oishi akan langsung jatuh dalam tatapan maut dari Mari, tapi maaf saja, Inui Sadaharu bukanlah Oishi Syuichirou.

"Mou, tidak asik! Sudah sore, aku mau pulang!" Mari bangkit dari duduknya dan mulai berjalan meninggalkan sang senpai tapi langkahnya terhenti saat suara Inui menginterupsi.

"Hey, hey, satu soal saja belum selesai dan langsung mau kabur? Mari, kau ini."

Junior Seigaku berhenti sejenak di depan pintu kelas Inui dan memutar badannya ke arahnya, ia menjulurkan lidahnya sebelum kemudian kabur meninggalkan ruang kelas 3-1.

"...... Lagi-lagi dia tidak mau menurutiku, gadis itu," Inui benar-benar tidak tahu lagi bagaimana cara memaksa Mari untuk belajar matematika.

〜(^∇^〜) (〜^∇^)〜 

"Kaoru-chaaaaaann..." 

"Mari?" Kaidou berhenti mengayun raketnya saat melihat sahabatnya berlari menuju ke arahnya, "Kenapa baru pulang?" ia bertanya dengan nada yang sedikit naik, wajar saja ia kaget, saat pulang tadi ia tidak melihat Mari di manapun, mungkin saja dia sudah pulang duluan, tapi nyatanya? Gadis itu malah masih mengenakan seragam Seigaku dan terlihat baru pulang sekolah.

"Ada setan yang mencegahku pulang lebih awal," jawab Mari. Ngaco. Sudah jelas 'kan? 

"Setan?" wajah Kaidou membiru seketika mendengar satu kata itu.

"Setan. Iya. Serius. Are? Kenapa kau pucat begitu, Kaoru-chan."
Kaidou tak menjawab tapi dilihat dari raut wajahnya, dia ini pasti sangat ketakutan, "Hooooy, Kaoru-chaaaaaann!!!"

Kata setan itu sepertinya benar-benar horor bagi seorang Kaidou Kaoru. Aduh, andai saja dia tahu kalau makhluk yang menjadi doubles partner-nya itu lebih horor daripada setan yang asli. /eh

The End 

Yoooooo 

Datang lagi dengan fict super absurd, wkwkwkwk 

Tapi seneng banget deh bisa kembali menulis tentang Inui-senpai wwwwwww dia senpai kesayangan Mari pake banget XD 

Terakhir kali Inui muncul di pertandingan Momo vs Kaoru-chan kan yah... aaaa senpaaaaiii *tubruk* /gak gitu 

Inui Sadaharu

Ngebayangin diajarin matematika sama makhluk ini lol agak horor tapi dia cakep jadi dimaafkan #disamplok 

Hiaaaaa... sudah ya, sampai jumpa di postingan selanjutnyaaa~ 

Tuesday, 9 June 2015

Brand New Heaven by Seishun Soda


Hualoooowwwwww

Ah, punya waktu buat ngeblog~

Dan kesempatan, Mari lagi kasmaran sama lagu Brand New Heaven milik Seishun Soda~

Btw, ada yang kenal Seishun Soda?

Yap! Ini grup dari Tenipuri, isinya 4 cowok-cowok kece~

Mari kenalin satu persatu yah...

Yang pertama ada... jeng jeng jeng!

Echizen Ryoma 
Yap!

Kita punya sang pangeran tenis, Ryoma-kuunn

Dia salah satu member Seishun Soda~ 
Suaranya bagus, wajahnya cakep, haish, pasti banyak yang suka dia, wahahaha #melenceng 

Yo,.. ayo lanjut ke member ke duaaa~ 

UHUK!!! 

Momoshiro Takeshi
Yay!

Ada Momo-chiii~ yang senyumnya sangat manis sekali~ ahahahahaha

Momo ini absurd tapi kalau udah nyanyi, beeuuh, suaranyaaaa~ Mari juga suka banget sama lagunya yang Jump! Itu,,, kereeenn~ bangeeett~ huhuhu :') 

Sudah... nah kita ke member ke tiga yuukk... 

Kaidou Kaoru 
Ayayayay...

Member ketiga ada Kaoru-chaaaaann~

Hiahahahaha, yak, sekarang udah tahu 'kan, kenapa Mari suka banget sama Seishun Soda, bhahahaha, ADA RIVAL PAAAAAIIRR #nak

Lanjut ke member terakhir yuuukk

Tezuka Kunimitsu
MEMBER KE EMPAT ADA KAPTEN TERKEREN SEPANJANG MASA, TEZUKA-BUCHOU~ 

Yayayayayay, Seishun Soda membernya kece-kece 'kan? fufufufu 

Alasan lain kenapa Mari suka banget lagu ini, selain ada Rival (uhuk) karena lagu ini merupakan soundtrack dari OVA favoritku, Prince of Naniwa~ 

Maksudku, ini lagu opening dari OVA I >/////< Uuuuuu OVA yang keren... karena full of Rival Pair, bhahahahaha

*akhirnya balik ke Rival Pair lagi* LOL

Sudah yah.., kita langsung ke Seishun Soda.... Cover lagu Brand New Heaven juga kakkoi loohh~

Ini diaa...  
Brand New Heaven's Cover 

Disclaimer: Takeshi Konomi 

Title: Brand New Heaven 

By: Seishun Soda 

Characters: Echizen Ryoma, Momoshiro Takeshi, Kaidou Kaoru, Tezuka kunimitsu 

Seiyuu(s): Minagawa Junko, Onosaka Masaya, Kouhei Kiyasu, Okiayu Ryoutarou 

Karena ini lagu dari awal sampai akhir mereka nyanyinya barengan, jadi gak perlu kukasih nama penyanyinya yah, pokoknya mereka nyanyinya bareng 😘 

here we go~ 


Come on Ready go 
Atarashi new world 

Hajimari wo 
Tsugeru Future world 

Tsunaida kioku kazoeta kizuna 
Tesaguride mitsuketa sekai 

Sora e habataku 

Hello Brand new day 
Hello amazing day 
Motto fly away 
Always starry heaven 


Baby let me go 
Atarashi new world 

Toki wo kakenukeru 
Future world 

Araburu kioku tsumuida kiseki 
Me no mae ni hirogaru sekai 

Sora wa hatenaku 

Hello brand new day 
Kimi to drive away 


Kono tetsukanda yume no rakuen yeah! 
Miageta sora ukabu 
Always starry heaven 


Come on 
Here we go 
Atarashi new world 

Makuake wo togeru 
Future world 


Tadotta kioku musunda kidou 
Hoshi nishita deaeta sekai 

Sora e starry heaven 

Hello brand new day 
Hello another day 


Kotae motometa yume no chousen yeah! 
Nakama no koe sora wa 
Always starry treasure 

Hello brand new day 
Hello amazing day 

Motto fly away 
Always starry heaven 


Hello brand new day 
Kimi to drive away  

Motto fly away 
Always starry heaven 

Brand New Heaven

LAGUNYA ASIK SEKALEEEEEEE *lompat-lompat* 

Bhahahaha, sudah, Mari cuma mau nulis ini doang sih, sudah yah XD 

Dengerin deh lagunya, keren serius~ Mari aja naksir (elu emang cinta sama Seigaku, apapun tentang Seigaku pasti dibilang keren) #duagh 

Sampai jumpa di postingan selanjutnya~ 
Byeeee~~~ 

Saturday, 16 May 2015

My Favorite (s) from The Prince of Tennis


HAAAAAAAAAAAAAAAAIIIIII..... Mihihihi... I'm back with a new blogpost yang pastinya agak gak jelas.... eh, tapi yang ini jelas kok. JELAS BANGET!!!!! Tolong garis bawahi bagian dengan banyak tanda seru itu yah :D

Kali ini, Mari mau bahas tentang kesukaan Mari dari Tenipuri... bukan bahas sih, share aja lol

Yosh! here we go!!!
  • Favorite School:

SEISHUN GAKUEN
OH YAH, SEKOLAH YANG SANGAT-SANGAT-SANGAT AKU BANGGAKAN. SEIGAKU.... UGH, YA ALLAH, ITU DUA ORANG YANG PAKE KAOS SINGLET (?) KOK HNGG BANGET YAH #kapslok

Seigaku terdiri dari 9 orang anggota reguler. Tezuka, Oishi, Inui, Fuji, Eiji, Kawamura, Momoshiro, Kaidou dan Echizen. 

Sekolah satu ini memang sekolah favoritku banget, mereka memang bukan sekolah elit macam Hyotei atau Rikkai, tapi bagiku, Seigaku lah sekolah terelit di dalam hatiku *lebay amat kamu* 

Aku menyukai sekolah ini bukan karena ini sekolah tim utama loh, salah, salah banget kalau ada yang beranggapan begitu :') Seigaku itu apa yah.... sekolah idamanku banget.... ahahahaha.... kalo kujelaskan masalah Seigaku ini seperti apa, bisa-bisa yang baca ini keburu bosen duluan T__T 

Soalnya kalau aku suka ngomong soal Seigaku bisa sangat panjang dan gak tentu alurnya #plak 

sudah, sudah, next question, please~~~ 
  • Favorite Character: 
AAAAAAAAAA..... ISN'T THAT OBVIOUS?????? JENG JENG JEEEEEENNGG 
OOTORI CHOUTAROU
IYAAAAAAAAAAA... CHARA KESAYANGANKU SUDAH JELAS DIA ADALAH SI BAIK HATI, OOTORI CHOUTAROOOOOOUUUU >_< KYAAAAAAAA... MASYAALLAH *nggelundung*

Chou-kun masih aja menduduki peringkat 1 chara tercintaku dari tenipuri. Hiks... dia itu pokoknya aaaaaaaaaaaaaaa... Chou-kun calon suami saya pokoknya #eh 

Kayanya aku pernah nulis tentang Chou deh yah, di blog ini, wkwkwkwkwk, kalau penasaran seberapa gilanya aku akan chara berambut perak satu ini, buka-buka aja blog-ku *ogah* 
  • Favorite OTP: 
RIVAL PAIR 
OTP ULTIMATE SAYA JELAS RIVAL PAAAAAAAAAAAIIIRRR... LOL
AAAAAAAAAAAAAA.... KENAPA AKU BISA CINTA BANGET SAMA DUA ALIEN ITU, YA KARENA MEREKA RIVAL PAIR (?) Dan, ugh!!!! GILA, ITUUUUU... PICT-NYA, YOLOOO... SIAPA YANG NGEDIT SIH!!! 

Sabar, Mar, sabar....

Tapi kalau ngomongin MomoKai sih susah sabarnya, ahahahahahaha.... habisnya tiap liat mereka pasti ada aja yang membuatku batuk (?)

Kemistri keduanya juga gak main-main loh,... kadang ngerih kalau dipikir, wkwkwkwk... mereka itu setara sama golden pair kali kalo udah masalah synchro... mihihihi... iya mulai dari synchro yang bener sampe synchro yang gak ada benernya sama sekali, dua makhluk ini jagonya #dihajar 
  • Favorite Rival School: 
RIKKAIDAI FUZOKU CHUU
Hohoho... yap. Saingan terberat dari Seigaku. Juara nasional 2 kali berturut-turut... Rikkaidaaaii.... soalnya pertandingan antara Seigaku melawan Rikkaidai pasti ada aja yang membuatku nangis :'(

Siapa yang bisa melupakan pertandingan antara Ryoma vs Yukimura? aku nangis beneran pas itu, ini bukan curhat, tapi kenyataan #podowae #dor

Pokoknya feel melawan Rikkai tuh dapet banget sial :''''(
  • Favorite Single Player: 
SHIRAISHI KURANOSUKE 
Yo...... Shiraishi... yap, dia memang pemain single favorit saya, apa yah, soalnya dia itu perfect... mihihi... tak perlu gerakan-gerakan yang gak perlu (?) dan tetap keren... fufufufufu

Pokoknya Shiraishi ini bisa meminimalisir gerakan seminimal mungkin (?) di dalam sebuah pertandingan. Dia bahkan bisa mengembalikan triple counter-nya Fuji-senpai...

Dia juga satu-satunya pemain single yang bisa mengalahkan Fuji-senpai dalam pertandingan resmi. Kakkoi naaa...

hohohoho...
  • Favorite Doubles Pair: 
MOMOSHIRO-KAIDOU PAIR
Sudah jelas Momoshiro-Kaidou paaaiiirrr.... lol

Di awal sudah kujelaskan 'kan, mereka itu kemistrinya gak main-main, karena mereka rival, jadinya mereka ngerti satu sama lain melebihi teman-teman lainnya.

Dan ikatan mereka juga kuat banget.... meskipun berantem di tengah lapangan tapi tetap saja mereka bisa bekerja sama dengan sangat baik. SANGAT. BAIK!

Perlu gak, digaris bawahi yang bagian itu (??)

Lagian, mereka kaya punya telepati gitu deh O__O contohnya pas lagi komentar apa gitu, atau ngomong apa gitu, pasti ucapan mereka nyambung LOL

Ah, pokoknya Rival Pair itu kereeeennnn >////<
  • Favorite Jersey: 
SEIGAKU'S JERSEY
OH, JERSEY TERFAVORITKU JELAS JERSEY-NYA SEIGAKUUUU >//////<

Perpaduan warna biru-putih dengan garis merah itu kereeeeeeeenn... Dan Seigaku juga satu-satunya tim yang reguler-nya sama non reguler jersey-nya beda... THAT'S MAKE SEIGAKU'S SOOO SPECIAL *pelukin satu-satu* #heh 
  • Favorite Match: 
SEIGAKU

VS 

HYOUTEI GAKUEN 
AAAAAAA... ini pertandingan memang super spesial.... u,u

Pertama kalinya aku melihat bagaimana bentuk scud serve dari Chou-kun yang sukses membuat seluruh anak Seigaku syok... dan pertandingan yang menguras emosi antara Tezuka-senpai vs Atobe Keigo

Momo bermain doubles dengan sangat bagus juga di sini :') dan Fuji-senpai juga kakkooii >/////<

Pokoknya pertandingan perdana kantou turnamen ini luar biasaaaa... hiahahahahaha
  • Favorite Game: 
Marui-Jackal Pair vs Momoshiro-Kaidou Pair
Ulalalalalala... pertandingan doubles kedua final kantou turnamen. Tetap saja susah mup on dari pertandingan ini. Meskipun Rival Pair kalah sih #GUBRAK

Di sini juga pertama kali aku melihat Tsuna Watari milik Marui yang OH-SO-WOW-GAK-MUNGKIN-BANGET-DI-DUNIA-NYATA #plak

Apaanlah, mana ada bola jalan-jalan di atas net //awas Marui ngamuk loh

Di episode ini juga aku berhasil dibuat nangis oleh kerja sama Rival Pair yang OH-SO-WOW-GREGET-BANGET! Hiks... pokoknya pertandingan ini tuh kereeeeeeennnnn....

  • Favorite Third Year: 
INUI SADAHARU
Inui-senpai, senpai kesayangankuuuuu...... lalalalala....

Meskipun jusnya mengerikan sampe bikin pingsan semua orang dan juga buku catatan yang kadang bikin malu (?) tapi Inui-senpai baik loh...

Dia cuma mau membantu tim supaya lebih maju, yah meskipun caranya salah sih -___-"

Pokoknya Inui-senpai adalah anak kelas 3 yang paling aku sukaaaaaiiii... mihihihi... kalau kacamatanya dibuka, dia pasti cakep #naksalahfokus

Inui-senpai juga pintaaaaarr OAO dia bagaikan ensiklopedia berjalan bagi anak-anak Seigaku, wkwkwkwk, iya termasuk bagiku #dor
  • Favorite Second Year:
SORRY, CAN'T CHOOSE ONE BETWEEN THEM
Pukul saja aku T___T karena gak bisa milih di antara dua alien itu *gelundungan*
  • Favorite freshmen:
ECHIZEN RYOMA
Lalalalala, kouhai kesayangan? jelas Echizen Ryoma...

Ryoma-kun itu meskipun songong tapi dia hanya anak-anak kok. Lagipula kemampuannya memang hebat. Padahal masih kelas 1 tapi dia hebat banget main tenisnya. Bahkan dapat julukan "The Prince of Tennis"

Kakkooii... hohoho
  • Favorite Captain:
TEZUKA KUNIMITSU
THE BEST CAPTAIN EVER!!! TEZUKA KUNIMITSU!!!

Meskipun jarang senyum dan hobi ngasih hukuman lari yang kadang perlu dipertanyakan kenapa ngasih hukuman begitu tapi sebenarnya dialah orang yang sangat mempedulikan Seigaku melebihi siapapun.

Dia memberikan motivasi untuk Ryoma sebagai The Pillar of Seigaku
Memberikan ucapan kepada Momo kalau dia itu Tsuyoi
Dan mengajarkan Kaoru-chan bagaimana menjadi kapten yang baik.

Aaaaaaaaa... kapten sayaaaaaaaaaaa... sini kupeluk #hoi
  • Favorite Vice-Captain:
OISHI SYUICHIROU
Oishi-senpai.....

Dialah wakil kapten yang menurutku paling sukses menggantikan kaptennya saat sang kapten berhalangan (?)

Buktinya? Dengan semagat pantang menyerah yang ia miliki dan kekuatan untuk menepati janji kepada sang sahabat, ia sukses membawa Seigaku menjadi juara kantou turnamen.

Anak-anak Seigaku lainnya bahkan mengakui kalau Oishi-senpai sudah seperti kapten mereka sendiri. Ryoma juga memanggilnya "Oishi-buchou." loh >/////<
  • Favorite Next Captain:
KAIDOU KAORU
KAORU-CHAAANN.... Mhuahahahaha.... calon kapten yang menurutku paling menonjol kemampuan kepemimpinannya memang cuma Kaoru-chan sih. Fufufufufu...

Apalagi sosoknya yang udah seperti itu #maksudlo dan dia juga punya aura kuat tiap masuk lapangan. Mihihihi....

Jadi inget di episode terakhir tenipuri, kedatangannya langsung membuat aura-aura (?) yang mirip Tezuka terasa di dalam lapangan Seigaku. Gila aja, tatapannya serem gitu, siapa yang berani membantah? hohoho
  • Favorite Next Vice-Captain:
MOMOSHIRO TAKESHI
Kalau Kaoru-chan yang jadi kapten, sudah jelas Momo-chii lah wakil kapten idolaku...

Seigaku pasti akan sukses dipimpin oleh Rival Pair kesayanganku ini >////<

YAKIN SERATUS PERSEN DEH! '

Hohohoho...

Meskipun keduanya sering berantem tapi aku yakin mereka bisa bersikap layaknya kapten dan wakil kapten demi kemajuan Seigaku. Ah, dan katanya juga pertengkaran mereka semakin hari juga semakin surut kok.

HOI, HOI, ITU KENAPA PERTENGKARAN KALIAN BISA MEMUDAR HAYOOOOOO #apah
  • Favorite Coach:
RYUZAKI SUMIRE
Ryuzaki-sensei.

Meskipun tampilan luarnya menyeramkan (dihajar) tapi Ryuzaki-sensei ini hebat loh. Beliau seperti punya kemampuan terpendam yang bisa mengetahui bagaimana membangun tim kuat dalam setiap pertandingan.

Coba, coba, siapa yang punya ide memainkan Momoshiro-Kaidou dalam doubles? wkwkwkwkwk... ya Ryuzaki-sensei lah... padahal Ryuzaki-sensei sendiri pasti tahu banget kalau kedua junior itu sering berantem, tapi dia percaya kalau keduanya bisa main bagus. DAN VIOLAA...

Keduanya memang main bagus, fufufufu...

Ah, Sumire-chan #JANGANPANGGILGITUWOI
  • Favorite All Rounder:
ECHIZEN RYOMA
Favorite all rounder sepanjang masa. SAMURAI JUNIOR. ECHIZEN RYOMA!!!

Dia itu perfect di segala sisi dan kaya gak punya celah buat dikalahin. Dia juga punya macam-macam cara membuat serangan lawannya gak mempan kepadanya.

Mungkin awal-awal sih berefek, tapi dengan otak jeniusnya, dia selalu bisa menciptakan serangan balik untuk sang lawan.

Oh... oke....
  • Favorite Counter Puncher:
KAIDOU KAORU
BALIK LAGI KE KAIDOU KAORU.

BHAHAHAHAHAHAHA... Gak usah kujelaskan deh kenapa dia menjadi favoritku di gaya permainan ini :')
  • Favorite Aggresive Baseliner:
MOMOSHIRO TAKESHI
Aggresive baseliner terbaik bagiku juga masih dipegang oleh Momo-chii...

Dan pict di atas benar-benar membuktikan kalau dia itu aggresive baseliner terhebat.... dia bisa menang melawan pemain all rounders meskipun kaki kirinya keram.

Dan dia bisa menciptakan jack knife, di mana harusnya jack knife itu masih belum bisa dilakukan oleh anak SMP. Fufufufu, sori yah, Momo-chii mah bukan anak smp bisa LOL
  • Favorite Serve & Volleyer:
MARUI BUNTA
Hoyaaa... akhirnya melenceng dari Seigaku lol

Karena sudah jelas sih, Marui itu volleyer terbaik di tenipuri dan di dalam pikiranku juga sih O__O

Lihat Tsuna watari-nya? Atau Tecchu atte-nya?

Hasyem... kadang gagal paham asli.. bolanya tuh kaya bisa berakrobat gitu kalo yang mukul adalah Marui...

Jadi inget wajah syok-nya Momo dan Kaoru-chan pas pertama lihat Tsuna watari OAO
  • Favorite Tensai:
FUJI SYUSUKE
TENSAI DARI SEGALA TENSAI.... YAP, FUJI SYUSUKE DAAAAA~~

Triple counter, disappearing serve dan juga triple counter selanjutnya (?) kurang bukti apa lagi kalau dia adalah tensai sejati >/////<

Tapi dari triple counter milik Fuji-senpai aku paling suka tetep yang Tsubame Gaeshi >///< gayanya pas melakukan Tsubame gaeshi itu kakkkkoiiiii *gelindingan*
  • Favorite Special move:
TEZUKA ZONE
Tezuka Zooooonne....

Ini aku ngebayangin melakukan Tezuka zone di toko coklat dan coklat-coklatnya mendatangiku seperti halnya bola tenis seperti Tezuka, pasti akan sangat menyenangkan. BHAHAHAHA...

ALASANNYA GAK ADA HUBUNGANNYA SAMA TENIS SAMA SEKALI LOL
  • Favorite Serve:
SCUD SERVE
Serve tercepat dalam anime prince of tennis. Jelas Scud Serve.

Apalagi yang punya serve ini adalah Chou-kun. wwwwww... makin cinta deh sama diaaaa..

Serve-nya cuma kalah dari Ryoma pas mode tenimuhou no kiwami loh~~~ keren kan, scud serve >//////<
  • Favorite Muga No Kyouchi:
TENIMUHOU NO KIWAMI
Hoyaaaaaaaa... perlu dipertanyakan nih, aku suka sama tenimuhou-nya atau sama penggunanya LOL

HABISNYA RYOMA KECE BADAI PAS MODE INIIIIII.... *glundung-glundung*
  • Favorite Episode:
EPISODE 119
UHUK!!!!!

*fokus ke barisan pict kedua*

Oke, episode ini gak bagus buat shipper-nya Rival Pair LOL

Tapi aku sukaaaaaaaaaaaaa #heh
  • Favorite red-white haired Character (??):
KIKUMARU EIJI
Ini sebenarnya kategori apaan? O___O"

Bahahahahah, Eiji itu imut dan unyu... mau dia rambutnya merah atau putih bagiku dia tetap unyu mumumumu >/////<

*Fokus ke cara ngakaknya Momo* LOL
  • Favorite Seigaku Player:
MOMOSHIRO TAKESHI/KAIDOU KAORU
*no comment*

*Kabur naik sapu terbang*
  • Favorite Hyoutei Player:
OOTORI CHOUTAROU
CHOU-KUUUUUUUUUUUUUUUNN... AAAAAAAAAAAAAA... MHUAHAHAHAHA...
  • Favorite Rikkaidai Player:
NIOU MASAHARU
Pasti pada syok yah, kenapa favoritku dari Rikkai malah Niou, padahal dari tadi kayanya aku upload pict Marui deh, wkwkwkwkwk...

Gak tahu kenapa suka Niou, tapi menurutku Niou itu pemain Rikkai yang paling berbahaya sih dengan kemampuan penirunya itu O___O

Pas ngelaan Fuji-senpai aja udah ngerih banget itu tekhnik-nya, padahal katanya itu belum sempurna, lha kalau sudah sempurna bakalan kaya apa?????

OAO
  • Favorite Fudoumine Player:
IBU SHINJI 
Shinji... junior Fudoumine yang hobinya ngoceh gak jelas. 

Minim ekspresi tapi unyu menurutku. kwkwkwkwkwkwk 

Suka kalau dia sudah ketemu Ryoma, atmosfer di sekeliling mereka bakal hnngg banget lol
  • Favorite Rokkaku Player:
SAEKI KOUJIROU 
The uselessly handsome guy lol

Tapi tenang, Saeki, kamu masih menduduki peringkat 1 sebagi chara terfavoritku dari Rokkaku kok :')

Bangga gak? harus bangga dong

#EMANGKAMUSIAPAMAR
  • Favorite Yamabuki Player:
SENGOKU KYOSUMI
Aku sering ngatain dia genit dan semacamnya tapi tetep aja dipilih jadi karakter favorit dari Yamabuki.

Oh... Oke...

*jedukin kepala ketembok*
  • Favorite ST Rudolph Player:
FUJI YUUTA
Fuji-senpai no otouto... Yuuta-kuuuuuunn... maaf cuma punya satu ini doang pict-nyaaaa *bungkuk-bungkuk*

Ih, harusnya kamu gak pindah dari Seigaku yah, jadinya Seigaku punya 3 junior yang unyu mumumu, eh, ralat, maksudnya 4 junior, kan ada aku, mhuahahahaha

Ah, mulai membayangkan seandainya Yuuta gak pindah dari Seigaku.

.....

Ah, sudahlah T___T
  • Favorite Higa Player:
HIRAKOBA RIN
Aslinya mau aplod pict Rin yang rambut hitam cakep itu tapi itu pictnya adanya dia sama Kite #gubrak

Jadilah malah milih pict ini, tapi di sini Rin unyu, wkwkwkwkw... dengan bandana (?) di kepalanya dan sebagai tukang sapu, mhuahahahaha...

Ya ampun makin nista aja sih anak-anak Higa lol
  • Favorite Shitenhouji Player:
OSHITARI KENYA
No speed no life!

Ya, Kenyaaa... meskipun aku bilang suka-suka-suka mulu sama Zaizen tapi sebenarnya yang paling kusukai dari Shiten itu Kenya loh :')

Kenya itu unyu, cakep, agak gila (ya semua makhluk Shiten gila ding) dan unik... fufufufu 
  • Favorite middle school player:
TOKUGAWA KAZUYA
Ya, ya, ya, dia anak SMA pertama yang kuhapal namanya, wajar dong kalau dia jadi favoritku.

Sudah itu aja.

Makasih
  • Favorite Room:
ROOM 211
A-apakah satu pict itu cukup menjawab pertanyaan kalian?

*ngesot nyariin Pooh*
  • Favorite OVA:
THE PRINCE OF NANIWA
Bhahahahahaha... OVA FAVORITKUUUUU >/////<

Plis lah kalian berduaaaaaa... sini kuunyeng-unyeng >//////<
  • Favorite Movie:
EIKOKUSHIKI TEIKYUUJOU KESSEN!
SIAPA YANG SETUJU DENGANKU!!!

LOL
  • Favorite Tenipuri original opening:
DRIVING MYSELF
The best opening ever >/////<

Bagian pengenalan anak-anak Seigaku-nya gereget sekaleeeehh...

dan suka banget sama bagian yang pas Inui-senpai make jaket dari belakang itu loh.

YOLO SENPAI, DAISUKIIIIIIIIII #disamplokgalon
  • Favorite Tenipuri original ending:
YOU GOT GAME
Kalau dengar lagu ini pasti langsung inget tenipuri :')

Lagu ini gak ada matinya, selalu sukses membuatku nostalgia ke jaman-jamannya aku masih suka sama Ryoma LOL //jadi gini???

Itu loh, kesembilan reguler-nya gak nyante yah :')

Ah, semakin diperhatikan, rasa sayangku ke mereka malah semakin besar, ini gimana tolooooooooonngg OAO
  • Favorite OVA opening:
KAKAETA KISEKI
*coughs at the last scenes from this opening*
NYAHAHAHAHAHAHA...

Eksprsinya Taka-san tuh sesuatu yah, wkwkwkwk...

Mungkin dia mikir, sudahlah, aku gak ikutan, terserah kalian mau ngapain lol
  • Favorite OVA ending:
FUJOURI
WHERE'S MY CHOU???

AAAAAAAAAAAAAAAAAAA... Paling greget sama ending yang ini seriusan. Itu Choutarou gantengnya masyaallah.... suaranya juga hshshshs banget aaaaaaaaaaa......

Dan ngeliat anak-anak Hyotei pose begitu rasanya tuh pengen teriak, "AAAAAAAAAAAAAAAA... KALIAN KEREN TAPI CHOU JAUH LEBIH KEREN!"

#kemudiandibullysamafansAtobe 
  • Favorite Group:
HYOUTEI ETERNITY
Mihihihi...

Tetep yah, aku susah meleng dari grup satu ini :') *peluk Chou*
  • Favorite Chara Song:
VALENTINE KISS
Masyaallah, itu covernyaaaaaaaa O//////O

Aku tiap denger lagu ini dan pas bagian yang Chou nyanyi "Oh darling, I love you."

Mukaku langsung panas, I know that I was blushing O////////////O *nggelinding* ah, suaranya Chou itu emang virus T/////T
  • Favorite All Stars Album:
SEIGAKU ALL STARS
:')

MEREKA KEREN YAH, SEMBILAN ORANG INI EMANG KEREEEEEEEENN... DAN LAGU-LAGU MEREKA ENTAH KENAPA MESKIPUN GAK JELAS BANGET DI LAGU INI *dengerin lagunya Inui yang isinya teriak-teriak doang* TAPI MENURUTKU TETEP KEREENN... AAAAAAAAAAAAAAA......

#nak
  • Favorite movie soundtrack:
DEPARTURES
Ending kedua dari movie kedua juga. Departures.

Dinyanyikan oleh Aozu dan Cap to Bin.

Kebersamaan mereka kerasa banget deh di lagu ini :')

apalagi yang bagian ini

Momo: Shinjiru sube wo miushinatta
Kaidou: Kinou ni wakare wo tsugete
Momo-Kaidou: Tunnel wo kigurinuke
All: Niji no kanata e

AAAAAAAAAAA.. RIVAL PAIR NYANYI BARENG... Hiks.. jiwaku melayang tak tentu arah pas dengerin itu #lebay
  • Favorite Scene:
OH WELL 
Tentu saja favorite scene itu adalah saat Momo teriak "I'm waiting, so come back!" ke Kaoru-chan.

Itu Kaoru-chan seakan baru mendengar suara petir (?) dan langsung melek gitu :')

Ah, OTP, OTP, OTP!!!!
  • Favorite Inui Juice:
EEERRRR
What the hell with this category T___T

Sayang sih sayang tapi kalau disuruh milih jusnya... eerr-yah, mungkin yang ijo ini gak apa-apa kali yah, ahahahahahaha (?)
  • Favorite Filler:
PRINCE OF YAKINIKU
Tontonlah episode ini dan tebak kenapa ini jadi filler favoritku lol
  • Favorite Catchphrase:
DOU? TENSAI-TEKI?
Simply because it's so cute... kwkwkwkwkwkwkwk
  • Favorite non Regular:
DAN TAICHI
Dan juga cute!!!!!

Ah, tapi dia akhirnya jadi reguler ding yah. Ah, gak apa, kan pas ini masih jadi menejer lol

Powered By Blogger

Translate

Awesome Inc. theme. Powered by Blogger.